Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Dirikanlah Shalat untuk Mengingat Allah
Risalah

Dirikanlah Shalat untuk Mengingat Allah

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 23 November 2025 18:50
Bahron Ansori
Membagikan
Tujuan Shalat untuk mengingat Allah
Orang sedang melaksanakan sholat untuk mengingat Allah.(Sumber: Freepik)
Membagikan

Makna dan Tujuan Shalat

Dirikanlah shalat untuk mengingat Allah. Tujuan shalat ialah untuk mengingat Allah (dzikrullah). Dzikir dalam salat mencakup bacaan Al-Fatihah, tasbih, tahlil, dan doa. Dengan melaksanakan shalat secara khusyuk, hati menjadi lebih dekat kepada Allah, sehingga tercipta ketenangan jiwa dan pemahaman yang lebih dalam tentang hakikat hidup.

Contents
  • Makna dan Tujuan Shalat
  • Penafsiran Para Ulama tentang Ayat Ini
  • Kandungan Penting yang Dapat Ditadabburi dari Ayat Ini
  • Penjelasan Tambahan dari Ulama Lain
  • Pentingnya Menjaga Kualitas Shalat dalam Kehidupan Seorang Mukmin

Sementara, dzikir merupakan pengingat tentang keesaan Allah, kuasa-Nya, dan kasih sayang-Nya. Shalat adalah sarana terbaik untuk menyempurnakan dzikir karena mengandung elemen fisik (gerakan), lisan (bacaan), dan hati (keikhlasan).

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.”

Penafsiran Para Ulama tentang Ayat Ini

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini merupakan pernyataan tauhid yang tegas dari Allah kepada Nabi Musa. Allah menegaskan sifat-Nya sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah. Seruan untuk beribadah dan mendirikan shalat menunjukkan pentingnya hubungan manusia dengan Allah melalui ibadah khusus, yaitu shalat. Shalat menjadi sarana untuk mengingat Allah dan memperkuat keimanan.

Baca juga  Menjaga Kemurnian Akidah Di Era Digital

Menurut Al-Qurtubi, penggalan “Fa’budni” (sembahlah Aku) menunjukkan kewajiban ibadah hanya kepada Allah. Sedangkan “Wa aqimiṣ ṣhalata liżikrī” mengindikasikan keutamaan shalat sebagai bentuk dzikrullah (mengingat Allah). Al-Qurtubi menekankan bahwa ayat ini mengandung isyarat tentang penguatan iman melalui shalat yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan.

Sementara itu Al-Sa’di mengatakan, ayat ini adalah perintah Allah kepada Nabi Musa untuk beribadah secara ikhlas dan istiqamah. Shalat disebut secara spesifik karena ia merupakan bentuk dzikir yang paling utama. Kata “Liżikrī” menunjukkan bahwa tujuan shalat adalah mengingat Allah, sehingga orang yang mendirikannya akan selalu berada dalam hubungan dekat dengan-Nya.

Kandungan Penting yang Dapat Ditadabburi dari Ayat Ini

Dalam ayat di atas setidaknya jika ditadabburi (renungkan) ada tiga kandungan yang patut diperhatikan dengan serius oleh setiap mukmin antara lain yaitu; pertama, tauhid sebagai pondasi hidup. Artinya ayat tersebut mengingatkan manusia bahwa tidak ada Tuhan yang layak disembah selain Allah. Tauhid adalah inti dari semua ibadah dan ketaatan.

Kedua, tentang keutamaan shalat. Shalat disebut secara khusus sebagai bentuk dzikir kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah sarana utama untuk menjaga kesadaran akan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga  Fenomena Munculnya Kabut Tebal di Akhir Zaman, Apa yang Akan Menimpa Umat Islam?

Ketiga, keikhlasan dalam ibadah. Kata “Fa’budni” mengandung pesan bahwa ibadah harus ikhlas hanya kepada Allah. Tidak boleh ada riya atau syirik dalam setiap amal.

Penjelasan Tambahan dari Ulama Lain

Sementara itu menurut para ulama semisal Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah dan Sayyid Qutb mengomentari ayat di atas dengan sedikit perbedaan, sebagai beriku.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa dzikir kepada Allah adalah inti dari setiap ibadah, dan shalat adalah manifestasi paling sempurna dari dzikir tersebut.

Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa ayat ini menunjukkan pentingnya tauhid dan ikhlas dalam ibadah. Semua amal harus bermula dari pengakuan akan keesaan Allah.

Kemudian Sayyid Qutb dalam Fi Zilalil Qur’an, menjelaskan bahwa ayat ini adalah deklarasi tegas tentang hubungan eksklusif manusia dengan Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa. Shalat disebut sebagai sarana utama menjaga kesadaran tauhid.

Pentingnya Menjaga Kualitas Shalat dalam Kehidupan Seorang Mukmin

Dengan memahami ayat ini, kita diingatkan untuk selalu menjaga kualitas shalat kita. Bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban, tetapi menjadikan shalat sebagai sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah. Semakin sering kita mengingat Allah dalam shalat, semakin kita merasa Dia hadir dalam setiap aspek kehidupan kita. Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga hati setiap mukmin untuk selalu menegakkan shalat sebagai wujud dari deklari tauhidnya kepada Allah semata, wallahua’lam.

Baca juga  Kriteria Ahlul Qur’an yang Memiliki Kedudukan Tinggi di Sisi Allah

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:shalat
Artikel Sebelumnya Pengungsian Dodo, Boneka Kecil yang Hadirkan Tawa di Tengah Pengungsian: Cara PMI Pulihkan Keceriaan Anak Korban Bencana
Artikel Selanjutnya Rekayasa Arus Lalu Lintas Pelantikan 13.000 Pramuka Garuda Kwartir Cabang Banyumas Di Gor Satria Purwokerto, Jalan Soeharso Purwokerto Jalan Soeharso Purwokerto Bakal Dibikin Satu Arah, Cek Tanggalnya
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Hilangkan sifat malas dalam ibadah
Risalah

7 Cara Menghilangkan Sifat Malas dalam Ibadah

Oleh Bahron Ansori
UAS
CilacapRisalah

UAS Safari Dakwah di Alun-alun Cilacap, Jamaah Membludag

Oleh Faiz Ardani
Fenomena akhir zaman kiamat
Risalah

Apa Saja Fenomena Akhir Zaman yang Sudah Terlihat Saat Ini? 

Oleh Bahron Ansori
Kiat Membangun Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Rahmah
Risalah

7 Kiat Membangun Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warahmah

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?