Amalan pembuka pintu rezeki menjadi salah satu topik yang banyak dicari umat Islam, terutama bagi mereka yang berharap hidup lebih berkecukupan, tenang, dan diberkahi.
Salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum tidur adalah membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah. Amalan ini memiliki dasar kuat dalam ajaran Rasulullah SAW dan bersumber dari hadis sahih.
Rasulullah SAW dikenal selalu membiasakan doa dan zikir sebelum tidur. Waktu malam dipandang sebagai momen terbaik untuk melakukan introspeksi diri, memohon perlindungan, serta menyerahkan seluruh urusan hidup kepada Allah SWT.
Dalam konteks inilah, dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah menjadi amalan pembuka pintu rezeki yang memiliki keutamaan besar.
Hadis Rasulullah tentang Fadilah Al-Baqarah
Keutamaan dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Mas’ud Al-Badr RA. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, sehingga memiliki derajat sahih dan menjadi rujukan utama dalam amalan ini.
Makna “kecukupan” yang dimaksud tidak terbatas pada aspek materi semata. Para ulama menafsirkan bahwa kecukupan mencakup seluruh dimensi kehidupan, mulai dari rezeki dunia, kesehatan, ketenangan jiwa, kelapangan ibadah, hingga bekal keselamatan di akhirat.
Makna Mendalam Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah
Dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah memuat pesan keimanan yang sangat kuat. Ayat ini menegaskan kepercayaan Rasulullah SAW dan orang-orang beriman terhadap Allah, malaikat, kitab-kitab, dan para rasul-Nya tanpa membeda-bedakan.
Selain itu, terdapat doa permohonan ampunan, rahmat, serta pengakuan bahwa Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan.
Kandungan doa dalam ayat ini menjadi penguat spiritual bagi seorang muslim. Dengan membacanya sebelum tidur, seseorang diharapkan dapat menutup hari dengan kepasrahan dan keyakinan penuh kepada Allah SWT.
Cara Mengamalkan Amalan Pembuka Pintu Rezeki agar Lebih Berkah
Para ulama menganjurkan agar dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah dibaca sebelum tidur, minimal satu kali setiap malam.
Amalan pembuka pintu rezeki ini sebaiknya dilakukan secara konsisten dan penuh kesadaran, bukan sekadar rutinitas. Membaca ayat-ayat tersebut juga dapat dikombinasikan dengan doa-doa lain dan niat untuk memperbaiki diri.
Sebagaimana banyak disampaikan dalam kajian keislaman dan konten dakwah digital, termasuk yang beredar di kanal YouTube bertema doa mustajab, amalan ini diyakini mampu memberikan ketenangan batin.
Ketika seseorang terbangun di pagi hari, ia diharapkan memiliki perasaan cukup, optimisme, serta kesiapan menjalani aktivitas dengan hati yang lebih lapang.
Adapun bacaan dua ayat surat Al-Baqarah 285 dan 286, sebagai berikut:
آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ
رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Amanar-rasulu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-muminụn, kullun āmana billāhi wa malāikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
La yukallifullahu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tuākhi؟nā in nasīnā au akhṭanā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alalla؟īna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn.
Pada akhirnya, amalan pembuka pintu rezeki dari Surat Al-Baqarah bukan semata bertujuan agar cepat kaya dalam arti materi.
Lebih dari itu, amalan pembuka pintu rezeki ini mengajarkan makna kecukupan sejati, yakni hidup yang seimbang, berkah, dan diridhai Allah SWT.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







