Unsoed Purwokerto, memulai rangkaian proses penjaringan dan pemilihan rektor baru untuk periode 2026–2030. Tahapan ini menjadi momentum penting bagi salah satu perguruan tinggi negeri besar di Jawa Tengah tersebut untuk menentukan pemimpin yang akan membawa Unsoed Purwokerto menuju daya saing global.
Dengan sumber daya yang besar serta komitmen jangka panjang dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, pemilihan rektor menjadi agenda strategis yang selalu mendapat perhatian luas dari civitas akademika maupun publik.
Pada Jumat (28/11/2025) Ir. H. Alief Einstein, M.Hum., dari kafapet-unsoed, membagikan hasil perbincangan langsung dengan Ketua Panitia Penjaringan dan Pemilihan Calon Rektor Unsoed Purwokerto, Prof. Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S.
Sosok yang akrab disapa Prof. Bowo tersebut, bukanlah figur baru dalam kepemimpinan kampus, mengingat ia pernah menjabat Dekan Fakultas Biologi pada periode 2021–2025.
Wawasannya sebagai akademisi, ahli ekologi, sekaligus anggota Perhimpunan Biologi Indonesia membuatnya memahami betul bahwa proses pemilihan rektor.
Bukan hanya prosedur administratif, tetapi juga proses strategis untuk memastikan keberlanjutan visi institusi.
Komitmen Unsoed dalam Menjaring Pemimpin Berkualitas
Dalam wawancara singkat tersebut, Prof. Bowo menekankan bahwa Unsoed Purwokerto membuka pendaftaran secara luas untuk mencari kandidat terbaik.
Menurutnya, rektor bukan hanya jabatan seremonial, melainkan sosok sentral yang menentukan arah kebijakan dan masa depan kampus.
Karena itu, seluruh proses dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengikuti regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti-Saintek).
Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan telah disusun secara sistematis agar memberikan kesempatan luas bagi dosen dengan kualifikasi terbaik untuk maju sebagai bakal calon rektor. Selain itu, panitia menjamin bahwa seluruh proses akan berlangsung objektif.
Tahapan Pemilihan Rektor: Dari Penjaringan hingga Pelantikan

Proses pemilihan rektor Unsoed 2026–2030 berlangsung selama beberapa bulan dengan jadwal yang telah ditetapkan sejak akhir November 2025.
Tahapan ini melibatkan berbagai struktur kampus, mulai dari panitia penjaringan, senat universitas, hingga kementerian terkait.
Di bawah ini, seluruh tahapan dijelaskan dalam bentuk naratif agar lebih mudah dipahami:
Tahapan pertama dimulai dengan pengumuman penjaringan yang berlangsung sejak 24 November hingga 24 Desember 2025.
Pada fase ini, Unsoed menginformasikan secara terbuka bahwa kampus membuka kesempatan bagi para dosen yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.
Pengumuman dilakukan melalui kanal resmi universitas, termasuk situs web dan media internal lainnya.
Selama periode yang sama, yaitu 25 November hingga 24 Desember 2025, panitia juga melakukan sosialisasi mengenai persyaratan dan tata tertib pemilihan.
Sosialisasi ini bertujuan memastikan seluruh civitas akademika memahami prosedur pendaftaran, kriteria administratif, serta regulasi yang harus dipatuhi oleh bakal calon.
Tahap berikutnya adalah pendaftaran bakal calon rektor, berlangsung mulai 25 November hingga 24 Desember 2025 pukul 16.00 WIB. Pada fase ini, para kandidat dapat mengajukan berkas lengkap kepada panitia.
Namun, apabila jumlah bakal calon yang mendaftar kurang dari empat orang, panitia akan melakukan perpanjangan pendaftaran. Perpanjangan tersebut dijadwalkan pada 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, juga hingga pukul 16.00 WIB.
Setelah seluruh berkas diterima, panitia memasuki fase seleksi administrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Januari 2026. Seleksi ini memastikan bahwa semua bakal calon memenuhi persyaratan formal, mulai dari kualifikasi akademik hingga rekam jejak pengabdian. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 7 Januari 2026 melalui laman resmi Unsoed sehingga dapat diakses secara terbuka.
Bagi bakal calon yang lolos seleksi administrasi, langkah berikutnya adalah menjalani pemeriksaan kesehatan. Tahapan ini berlangsung pada 8–13 Januari 2026.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa calon rektor memiliki kondisi kesehatan yang memadai untuk menjalankan tugas kepemimpinan dalam lima tahun ke depan.
Selanjutnya, pada 15 Januari 2026, Senat Unsoed akan melakukan penetapan dan pengumuman hasil penjaringan bakal calon rektor. Hasil ini menjadi dasar bagi proses berikutnya, yaitu penyampaian visi, misi, dan program kerja calon.
Pada 29 Januari 2026, seluruh bakal calon yang telah lolos tahap penjaringan akan mempresentasikan visi, misi, dan program kerja mereka di hadapan senat.
Sesi ini menjadi momen penting karena memperlihatkan arah kepemimpinan yang ingin diusung oleh masing-masing kandidat.
Masih pada tanggal yang sama, Senat Unsoed akan melaksanakan rapat tertutup untuk memilih tiga calon rektor yang akan maju ke tahap berikutnya. Pemilihan ini menjadi seleksi inti sekaligus penyaringan final dari para bakal calon.
Setelah tiga nama ditetapkan, panitia mulai menyusun laporan hasil penyaringan calon rektor. Proses penyusunan laporan berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2026 dan berisi hasil evaluasi menyeluruh terhadap ketiga calon.
Pada 3–4 Februari 2026, tiga nama calon rektor tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Kementerian akan menjadi mitra utama senat dalam tahap pemilihan final.
Tahap akhir pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara bersama antara Senat Unsoed dan perwakilan kementerian yang dijadwalkan pada April 2026. Proses ini menentukan siapa yang akhirnya akan menjabat sebagai rektor untuk masa bakti 2026–2030.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, penetapan dan pelantikan rektor baru akan dilaksanakan pada Mei 2026. Momen ini menandai dimulainya periode kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa Unsoed ke tingkat yang lebih maju.
Harapan Besar untuk Kepemimpinan Baru
Prof. Bowo menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses ini dirancang untuk menjamin hadirnya pemimpin yang memiliki kompetensi akademik, integritas, serta visi strategis dalam membangun masa depan Unsoed.
Ia berharap rektor terpilih nanti dapat memperkuat reputasi kampus, meningkatkan peringkat internasional, dan memperluas kolaborasi global.





