Evaluasi Program dan Strategi Kemanusiaan Jadi Fokus Musker PMI Banjarnegara

Syarif TM
Musker PMI Banjarnegara jadi ajang evaluasi dan pembahasan program PMI ke depan. (dok. PMI Banjarnegara)

PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara menggelar Musyawarah Kerja (Musker PMI) tahun 2026 sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan program kemanusiaan ke depan. Kegiatan berlangsung di Aula Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Selasa (5/5/2026).

Mengusung tema “Bergerak Bersama Masyarakat”, Musker PMI diikuti sebanyak 61 peserta yang terdiri dari pengurus PMI kabupaten, perwakilan PMI kecamatan, serta relawan dari unsur KSR, TSR, dan PMR.

Ketua panitia Musker PMI, Mochamad Masduki Rahmat, mengatakan forum ini menjadi momentum penting untuk meninjau pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya sekaligus menyusun rencana kerja 2026 agar lebih terarah dan efektif.

“Melalui Musker ini, kami ingin memastikan seluruh program berjalan lebih matang dan selaras dengan visi organisasi,” ujarnya.

Musker PMI, Bupati Soroti Peran Strategis dalam Kebencanaan

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, yang juga menjabat Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, secara resmi membuka kegiatan Musker PMI tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PMI memiliki peran vital sebagai mitra pemerintah dalam penanganan kebencanaan dan aksi kemanusiaan.

Baca juga  Siaga Idul Fitri 1447 H, PLN Indonesia Power Cek Kesiapan Pembangkit, UBP Mrica Pastikan Listrik Andal

Menurutnya, kontribusi PMI selama ini sangat dirasakan, terutama saat menghadapi berbagai situasi darurat seperti bencana di wilayah Pandanarum maupun saat pandemi COVID-19.

“Peran PMI sangat terasa. Sinergi yang terbangun membuat penanganan kebencanaan menjadi lebih cepat dan efektif,” kata Amalia.

Tekankan Layanan Cepat dan Lawan Disinformasi

Dalam arahannya, Amalia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Musker PMI yang komunikatif dan terbuka. Ia meminta jajaran PMI di tingkat kecamatan aktif menyampaikan berbagai kendala di lapangan agar solusi yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam hal kecepatan respons dan transparansi informasi kepada masyarakat.

Di tengah maraknya arus informasi digital, relawan PMI juga diingatkan untuk ikut berperan dalam menangkal penyebaran informasi yang tidak benar.

“Kita harus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.

Dorong Profesionalisme dan Akuntabilitas Layanan

Lebih lanjut, Amalia mengajak seluruh jajaran PMI untuk terus bekerja sesuai regulasi yang berlaku, serta terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.

Baca juga  Bergerak Tanpa Henti, Relawan PMI Tempuh Jalur Terjal Demi Distribusikan Logistik Korban Longsor

Melalui Musker 2026 ini, PMI Banjarnegara diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, sekaligus meningkatkan respons yang cepat, profesional, dan akuntabel bagi masyarakat.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!