PALANG Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara terus memperkuat layanan kemanusiaan dalam operasi tanggap darurat longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum. Selain membuka dapur umum, layanan logistik, air bersih, serta sanitasi dan hygiene, PMI juga menyiagakan armada ambulans serta relawan yang terlibat langsung dalam proses evakuasi korban.
Plh Ketua PMI Banjarnegara, Noor Tamami, menyampaikan bahwa seluruh layanan tersebut merupakan bagian dari tugas PMI sesuai struktur komando penanganan bencana yang berlaku di lokasi longsor.
“Selain relawan, PMI menyiapkan ambulance jenazah yang selalu siaga. Ini kami lakukan untuk mendukung proses evakuasi korban di titik longsor. Relawan PMI juga diterjunkan langsung dan telah dibekali kemampuan serta perlengkapan pendukung,” katanya.
Menurut Noor Tamami, keberadaan ambulance jenazah ini berperan penting dalam mempercepat proses penanganan dan evakuasi korban. Ketika ditemukan jenazah, relawan dapat segera mengevakuasi dan membawa korban ke pos antemortem untuk pendataan lebih lanjut.
Ia menambahkan, relawan yang diterjunkan dibagi ke dalam beberapa tugas, mulai dari evakuasi korban, distribusi logistik, hingga pelayanan pertolongan pertama untuk relawan lain yang bertugas di lapangan.
“Kami berharap seluruh relawan yang bertugas diberi kesehatan dan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan di Situkung,” ujarnya.
Ambulance Siaga, Siap Evakuasi Korban
Di antara geliat itu, beberapa unit ambulance jenazah milik PMI Banjarnegara selalu terparkir dengan kondisi siap pakai. Lampu hazard menyala, dan mesin prima menjadi tanda bahwa apa pun bisa terjadi kapan saja. Di saat-saat darurat inilah, kendaraan itu menjadi saksi bisu jatuh-bangunnya proses evakuasi.
“Ambulannce ini harus selalu siap,” ujar Plh Ketua PMI Banjarnegara, Noor Tamami, sambil mengecek kondisi armada. “Jika ada jenazah ditemukan, tidak boleh ada jeda. Harus langsung dibawa ke pos antemortem,” katanya.
Dengan kondisi apapun, dia meminta para relawan PMI tetap selalu siaga demi kemanusiaan, bahkan mereka terus siaga sejak hari pertama bencana, para relawan nyaris tak pernah meninggalkan lokasi.

Relawan dengan Tugas Berlapis: Dari Evakuasi hingga Menolong Rekannya Sendiri
Di balik setiap relawan PMI, ada cerita keberanian yang jarang terdengar. Mereka tak hanya terlibat dalam evakuasi korban longsor, tetapi juga mendistribusikan logistik, membuka dapur umum, hingga memberikan pertolongan pertama, termasuk bagi relawan lain yang tumbang kelelahan.
“Relawan PMI ini punya spesialisasi berbeda, ada yang fokus evakuasi, ada yang logistik, ada yang medis. Semuanya saling bahu-membahu,” ujar Noor Tamami.
Para relawan ini turun ke medan longsor yang licin, berisiko longsor susulan, dan cuaca yang tak menentu. Namun mereka tetap bergerak, dipandu satu hal: kemanusiaan.
Kedatangan Relawan dari Berbagai Daerah: Situkung Tidak Sendiri
Hingga hari keenam, Situkung banyak dijumpai rompi merah dari berbagai PMI kabupaten/kota di Jawa Tengah. Beberapa datang dari daerah yang jaraknya berjam-jam perjalanan.
“Mereka datang tanpa diminta. Ini bentuk solidaritas yang luar biasa,” kata Humas PMI Banjarnegara, M. Alwan Rifai.
Menurutnya, PMI pusat dan PMI provinsi juga memberikan perhatian penuh. Update kondisi lapangan selalu dikirimkan ke kantor pusat agar penanganan bisa berjalan semakin terkoordinasi.
“Tujuannya satu: memastikan pelayanan terbaik untuk warga terdampak bencana,” tegas Alwan.
Di Titik Nol Bencana, Kemanusiaan Menemukan Bentuk Terbaiknya
Setiap kali jenazah ditemukan, relawan saling berpegangan tangan untuk menuruni tebing. Ada yang membawa kantong jenazah, ada yang membawa tandu, dan ada yang menjaga agar jalur evakuasi tetap aman.
Di titik ini, relawan tak hanya menjalankan tugas. Mereka memberikan penghormatan terakhir, dengan cara sebaik mungkin yang bisa dilakukan dalam kondisi sulit.
Langit Situkung mungkin masih muram, tanah belum sepenuhnya stabil, dan kabar baik masih ditunggu banyak keluarga. Tetapi satu hal pasti: PMI Banjarnegara dan para relawan dari berbagai daerah akan tetap ada di sana, di garis depan, di tengah tumpukan tanah dan rasa duka memberi harapan di saat orang lain kehilangan pegangan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





