PENANGANAN sampah selama masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) di lokasi longsor Pandanarum menjadi satu tantangan besar. Untuk mengatasi persoalan tersebut, PMI Banjarnegara menerapkan teknologi tepat guna sederhana melalui tim WASH (Water Sanitation and Hygiene) yang bertugas menjaga kebersihan lingkungan pengungsian.
Sedikitnya lebih dari 10 kuintal sampah, atau setara delapan mobil bak, berhasil dimusnahkan tim WASH PMI di area Lapangan SMPN 1 Pandanarum pada Jumat (21/11/2025). Seluruh sampah berasal dari pos-pos pengungsian, dapur umum, pos relawan, serta lingkungan terdampak bencana.
Humas PMI Banjarnegara, M. Alwan Rifai, menjelaskan bahwa sampah dikumpulkan dengan menyisir setiap titik lokasi, kemudian dipilah sebelum dimusnahkan. Proses pemusnahan dilakukan menggunakan tungku pembakar sederhana dengan metode penguapan.
“Tim WASH menyapu dan mengumpulkan sampah, lalu memilah dan membakar menggunakan tungku pembakar dengan metode penguapan. Semua sampah ini berasal dari area pengungsian dan lokasi relawan,” ujarnya.
PMI Banjarnegara Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan
Sebelum penggunaan tungku, PMI Banjarnegara terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan proses pembakaran, termasuk aspek kesehatan, lingkungan, dan potensi dampak asap.
Menurut Alwan, tungku pembakar dibuat dengan desain sederhana namun efektif. Sampah dimasukkan melalui ruang pembakaran dan dibakar menggunakan bahan bakar oli bekas, yang dinilai mampu mempercepat proses pemusnahan.
“Modelnya sangat sederhana. Seluruh sampah masuk ke tungku, dipilah, lalu dibakar dengan oli bekas. Metode ini aman karena ada filtrasi dan uap air yang menahan abu agar tidak menyebar,” jelasnya.
Sudah Teruji di Berbagai Bencana
Teknologi tungku pembakar sampah yang digunakan PMI Banjarnegara bukan yang pertama kali diterapkan. Metode yang sama sudah diujicoba pada beberapa penanganan bencana sebelumnya, seperti di Kabupaten Brebes dan Purbalingga.
Hasilnya dinilai sangat efektif untuk kondisi darurat di mana akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbatas dan volume sampah meningkat drastis.
“Ini solusi cepat dan ramah lingkungan. Tidak ada residu berbahaya, dan mampu mengurangi penumpukan sampah yang bisa memicu penyakit,” katanya.
Ajak Relawan dan Pengungsi Jaga Kebersihan
Selain pemusnahan sampah, PMI Banjarnegara juga mengimbau seluruh relawan dan warga pengungsi untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. PMI menyediakan titik pengumpulan sampah di Lapangan SMPN 1 Pandanarum.
“Kami berharap relawan dan warga dapat mengumpulkan sampah organik maupun anorganik dalam trash bag, lalu membawanya ke lokasi pemusnahan,” katanya.
Cegah Penyakit dan Lingkungan Kotor
Dalam kondisi pengungsian yang padat, penumpukan sampah menjadi salah satu pemicu utama penyakit, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pernapasan. Dengan metode pemusnahan yang dilakukan setiap hari, PMI berharap area pengungsian tetap bersih dan tidak menimbulkan potensi masalah kesehatan tambahan.
“Dengan pola ini, kami ingin persoalan sampah bisa ditekan sejak awal, sehingga tidak menumpuk dan menimbulkan risiko penyakit. Lingkungan bersih akan membuat pengungsi merasa lebih aman dan nyaman,” ujar Alwan.
Upaya pemusnahan sampah ini menjadi salah satu bagian penting dari operasi tanggap darurat longsor Pandanarum yang masih berlangsung. Tim WASH PMI akan terus beroperasi hingga kondisi dinilai aman dan penanganan memasuki tahap pemulihan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





