UPAYA pencarian korban longsor Pandanarum, tepatnya di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara terus dikebut. Hingga hari kelima operasi SAR, sebanyak 10 korban ditemukan, termasuk satu body part yang diduga milik salah satu korban tertimbun material longsor.
Kepala Basarnas Pusat, Brigjen TNI (Mar) Suharyono, menyampaikan bahwa penemuan terbaru ini menambah daftar korban longsor yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama bencana longsor Pandanarum.
“Hari ini kami berhasil menemukan tujuh korban, satu korban belum teridentifikasi, dan satu body part. Selain itu, tim juga mengevakuasi 50 warga dalam kondisi selamat,” ujar Suharyono.
Ia menambahkan, cuaca yang tidak menentu serta kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan utama proses pencarian korban longsor Pandanarum. Gerakan tanah yang masih terjadi membuat tim harus berhati-hati dalam melakukan penyisiran.
Meski demikian, operasi pencarian terus diperkuat. Dukungan logistik dan peralatan tambahan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian PUPR, membantu mempercepat proses evakuasi.
Daftar 10 Korban Longsor Pandanarum yang Telah Ditemukan
- Ny. Lewih (40), Perempuan, RT 02 RW 03
- Darti (29), Perempuan, RT 03 RW 03
- Tuwi (50), Perempuan, RT 03 RW 03
- Esiah (22), Perempuan, RT 03 RW 03
- Maruni (54), Perempuan, RT 03 RW 03
- Karti (64), Perempuan, RT 03 RW 03
- Lipah (45), Perempuan, RT 03 RW 03
- Warjono Lamar (65), Perempuan, RT 01 RW 03
- Korban perempuan belum teridentifikasi
- Satu body part
Jenazah para korban telah dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk proses identifikasi lanjutan oleh Tim DVI Polda Jawa Tengah.
Masih Ada 18 Warga Dalam Pencarian
Meski 10 korban berhasil ditemukan, sebanyak 18 warga masih dinyatakan hilang. Tim SAR terus memperluas area pencarian, termasuk dengan mengerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi kemungkinan lokasi korban yang tertimbun material longsor.
Berikut daftar warga yang masih dalam pencarian
- Saminem (59), Perempuan
- Wanto (28), Laki-laki
- Kaswanto Kasid (58), Laki-laki
- Kasno (53), Laki-laki
- Dangseng/Vandianto (39), Laki-laki
- Muhammad Faiza Khiar Hasan (11), Laki-laki
- Suwi (67), Perempuan
- Watri (51), Perempuan
- Marsiah (41), Perempuan
- Soliyah Warjono (60), Perempuan
- Sugiono (41), Laki-laki
- Susanti (26), Perempuan
- Jonathan Prayoga (7), Laki-laki
- Aminah (90), Perempuan
- Tunem (60), Perempuan
- Rayana Alhusna (3), Perempuan
- Mistri (30), Perempuan
- Intan Sari (6), Perempuan
- Sartini (60), Perempuan
- Tarni Suparyo (55), Perempuan
Kondisi Pengungsi Korban Longsor Capai 1.019 Jiwa
Data terbaru BPBD Banjarnegara mencatat 1.019 pengungsi dari 335 KK tersebar di lima titik posko dan rumah-rumah warga.
Rinciannya:
- Laki-laki: 498 jiwa
- Perempuan: 521 jiwa
Penyebab Longsor
Dengan ditemukannya 10 korban ini, maka masih terdapat 18 warga yang dinyatakan hilang, untuk itu tim masih terus melakukan pencarian para korban, termasuk dengan mengerahkan anjing pelacak guna membantu proses pencarian korban yang kemungkinan masih tertimbun material longsoran.
Seperti diketahui, longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara ini terjadi pada Minggu 16 Nopember lalu, longsor yang terjadi diawali dari adanya pergerakan tanah di puncak bukit Situkung yang sebelumnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Hujan dengan waktu lebih dari 3 jam di mahkota longsor mempercepat kejenuhan material lereng, hal ini memicu peningkatan tekanan air hingga menyebabkan longsor dan menimpa rumah warga.
Seperti diketahui, upaya percepatan pencarian dan evakuasi korban longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara terus ditingkatkan. Bahkan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, juga turun langsung untuk melihat kondisi dan proses evakuasi korban longsor agar dapat berjalan maksimal.
Upaya percepatan ini dilakukan dengan menerjunkan 18 alat berat di area longsor, mulai dari excavator berukuran kecil hingga besar, lengkap dengan operator dan dukungan logistik lapangan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Bencana Longsor Pandanarum. Salah satu fokus kami adalah mempercepat penyodetan embung di area atas yang berpotensi membahayakan jika volume air tidak dikurangi,” ujar Menteri Dody di lokasi bencana.
Respon Cepat Tangani Longsor
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas respon cepat pemerintah pusat dalam penanganan bencana tanah longsor Pandanarum.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri atas dukungan alat berat dan bantuan teknis lainnya. Semua ini sangat membantu percepatan evakuasi korban,” ungkap Bupati Amalia.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung mengingat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang tinggi menjadi tantangan utama di lapangan. Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, relawan, hingga berbagai kementerian/lembaga terus bekerja tanpa henti untuk menemukan para korban yang masih dilaporkan hilang.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





