Halalbihalal PGRI Banjarnegara Berlangsung Khidmat, Gus Wakhid Pimpin Sholawat Bersama

Syarif TM
WakilBupati Banjarnegara Wakhid Jumali saat memberikan sambutan dalam halalbihalal PGRI Banjarnegara. (dok. pgri)

SUASANA Halalbihalal Keluarga Besar PGRI Kabupaten Banjarnegara pada Sabtu (28/3/2026) berlangsung hangat, penuh kekhidmatan, sekaligus sarat nuansa religius.

Ratusan anggota PGRI dari berbagai cabang yang hadir dalam halalbihalal ini tampak larut saat Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, memimpin lantunan sholawat. Dengan iringan grup musik religi Al Barqi, suasana acara seketika berubah menyerupai majelis sholawat.

Peserta halalbihalal terlihat antusias, mengikuti irama dengan lambaian tangan dan kebersamaan yang terasa kental.

Halalbhalal Jadi Moment Permohonan Maaf dan Komitmen Bangun Pendidikan

Dalam kesempatan halalbihalal tersebut, Wakhid yang hadir mewakili Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya insan pendidikan. Ia mengakui selama masa kepemimpinan masih terdapat berbagai kekurangan.

“Kami menyadari masih banyak kekhilafan. Untuk itu pada momentum halalbihalal ini kami mohon maaf. Kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” ujarnya.

Baca juga  Ribuan Karya Seni Tanaman Dipamerkan dalam Pameran Bonsai Nasional 2025

Wakhid juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banjarnegara. Meski saat ini masih berada di posisi terbawah di tingkat provinsi, ia menyebut laju peningkatannya termasuk yang tertinggi.

Tantangan Anggaran dan Nasib Guru

Lebih lanjut, Wakhid menyoroti tantangan kebijakan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD), khususnya terkait batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen.

Saat ini, belanja pegawai di Banjarnegara masih berada di angka 33 persen.

“Pendapatan Asli Daerah harus ditingkatkan hingga Rp100 miliar agar tidak terjadi pengurangan pegawai. Kami akan terus memperjuangkan nasib para guru,” tegasnya.

Ia optimistis masa depan pendidikan Banjarnegara akan semakin baik dengan dukungan guru-guru berkualitas. Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah PGRI yang telah membentuk koperasi sebagai upaya penguatan ekonomi anggota.

Krisis Guru dan Ancaman ‘Indonesia Cemas’

Sementara itu, Ketua PGRI Banjarnegara, Heling Suhono, mengungkapkan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan serius, terutama kekurangan tenaga pengajar.

Ia menyebut Banjarnegara masih kekurangan sekitar 2.500 guru di jenjang pendidikan dasar.

Baca juga  Ini Penyebab Ratusan Santri di Banjarnegara Alami Keracunan

“Jika persoalan pendidikan tidak segera diatasi, cita-cita Indonesia Emas bisa bergeser menjadi ‘Indonesia Cemas’,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis dengan semangat kebersamaan, dunia pendidikan di Banjarnegara dapat terus bergerak maju.

Peran Guru: Ilmu, Karakter, dan Spiritual

Sebagai penutup, tausiyah disampaikan oleh KH Abdulloh Maksum dari Wonosobo. Ia menekankan pentingnya peran guru dalam tiga aspek utama:

Syaikhu Ta’lim (pemberi ilmu)
Syaikhu Tarbiyah (pembentuk karakter)
Syaikhu Tazkiyah (pembimbing spiritual)

Menurutnya, guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk akhlak dan membimbing siswa lebih dekat kepada Tuhan.

“Setiap anak dilahirkan dengan potensi luar biasa. Tugas guru adalah memastikan potensi itu berkembang,” pesannya.

Ditutup dengan Silaturahmi Penuh Kebersamaan

Acara yang juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Banjarnegara dan tamu undangan lainnya ditutup dengan tradisi saling bersalaman dan bermaaf-maafan.

Momentum ini semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan di antara seluruh peserta, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Banjarnegara.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Siapa Sekda Banjarnegara Selanjutnya? Ini Empat Nama yang Resmi Masuk Tahap Uji Kompetensi