Arus Balik di Jateng Terkendali, 23,5 Persen Kendaaran Belum Kembali

Budi Pekerti
Suasana arus balik di tol Kalikangkung Semarang, Sabtu (28/3/2026). (Foto :Humas Polda Jateng)

Arus balik Lebaran 2026 di wilayah Jateng  menunjukkan tren yang terkendali dengan pengelolaan lalu lintas yang efektif. Hal ini terlihat dari data pada hari Sabtu (29/3/2026) perbandingan arus kendaraan di dua gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol  (GT) Pejagan dan Gerbang Tol (GT)  Kalikangkung.

Puncak Arus Balik

Di Gerbang Tol Pejagan, puncak arus balik terjadi pada H+4 Lebaran atau 25 Maret 2026, dengan total kendaraan menuju arah Jakarta sebanyak 16.999 unit. Secara kumulatif, jumlah kendaraan yang keluar (exit) melalui GT Pejagan tercatat sebanyak 120.646 unit, sedangkan kendaraan yang masuk kembali (entrance) mencapai 104.348 unit. “Terdapat selisih sebanyak 16.298 kendaraan atau sekitar 14%, yang mengindikasikan masih adanya kendaraan yang belum kembali melintasi gerbang tol tersebut,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, Sabtu (28/3/2026).

Sementara itu, di Gerbang Tol Kalikangkung, yang menjadi pintu utama menuju Kota Semarang dan sekitarnya, puncak arus mudik juga terjadi pada H-2 Lebaran (19 Maret 2026) dengan total kendaraan mencapai 72.418 unit. Untuk arus balik, puncaknya tercatat pada H+4 Lebaran (25 Maret 2026) dengan jumlah kendaraan menuju Jakarta sebanyak 61.734 unit.

Baca juga  Di Malam Natal, Gubernur Ahmad Luthfi Datang ke Gereja dan Minta Jemaat Doakan Negeri

 

Adapun total kendaraan yang keluar melalui GT Kalikangkung tercatat sebanyak 485.502 unit, sedangkan kendaraan yang masuk kembali mencapai 415.019 unit. Selisih antara kendaraan keluar dan masuk sebesar 43.483 unit atau sekitar 9,5%, yang menunjukkan masih adanya kendaraan yang belum kembali melalui jalur tersebut. Total kendaraan yang belum balik ke Jakarta sekitar 23,5 %.

Arus Balik  Ditangani Optimal

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menyampaikan bahwa pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini berjalan optimal berkat kesiapan personel serta strategi yang terencana.

“Data yang ada menunjukkan bahwa arus mudik dan balik dapat dikendalikan dengan baik, meskipun volume kendaraan meningkat signifikan. Hal ini merupakan hasil dari penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat serta kesiapsiagaan personel di lapangan,” ujarnya.

Memperpanjang Libur Lebaran

Arus balik belum optimal ditunjukkan adanya  selisih kendaraan yang belum kembali merupakan hal yang wajar. Mengingat masih adanya masyarakat yang memperpanjang masa libur Lebaran di kampung halaman.“Kami mengimbau masyarakat yang akan kembali untuk tetap memperhatikan kondisi kendaraan dan fisik, serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan arus balik tetap aman dan lancar,” pungkasnya.

Baca juga  Persak Kebumen Kedatangan 4 Amunisi Baru