SETELAH sekian lama, akses jalan yang menghubungkan Desa Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dengan Desa Watumalang, Kabupaten Wonosobo kini telah berlapis rabat beton. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan.
Peresmian jalan tersebut dilakukan bersamaan dengan penutupan kegiatan program TMMD pada Rabu (11/3/2026). Infrastruktur baru ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga di wilayah perbatasan dua kabupaten tersebut.
Jalan Sepanjang 470 Meter Dibangun Selama Satu Bulan
Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu menjelaskan bahwa program TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.
Selama pelaksanaan program tersebut, TNI bersama pemerintah daerah serta masyarakat setempat bergotong royong menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur di desa. Ia menyebutkan, seluruh sasaran fisik yang direncanakan berhasil diselesaikan secara tuntas.
“Semua target fisik yang telah direncanakan dalam program TMMD ini berhasil diselesaikan 100 persen dalam waktu satu bulan,” ujar Nodelismen.
Salah satu proyek utama program TMMD ini adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 470 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan sekitar 15 sentimeter. Jalan ini menjadi jalur penting yang menghubungkan Desa Pagentan di Banjarnegara dengan Desa Watumalang di Kabupaten Wonosobo.
Program TMMD Bangun Talud, Drainase hingga Poskamling
Selain pembangunan jalan utama, program TMMD juga menghadirkan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya di Desa Pagentan. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan lima unit talud, satu saluran drainase, tiga unit plat beton, serta satu pos keamanan lingkungan (poskamling).
Menurut Dandim, keberhasilan pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang terlibat selama pelaksanaan TMMD. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut terlibat aktif dalam proses pembangunan bersama TNI dan pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras selama satu bulan penuh hingga seluruh kegiatan TMMD dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Permudah Mobilitas dan Dorong Ekonomi Warga
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menilai program TMMD memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan. Menurutnya, jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini sudah jauh lebih baik setelah dibangun menggunakan rabat beton.
“Sebulan yang lalu saat kami meninjau lokasi, kondisi jalan masih cukup sulit dilalui. Sekarang sudah dibeton sehingga kendaraan sudah bisa melintas dengan lebih mudah,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan jalan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Selain itu, akses yang lebih baik juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi warga di sekitar wilayah perbatasan Banjarnegara dan Wonosobo.
Warga Diminta Merawat Infrastruktur yang Sudah Dibangun
Wakhid Jumali juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun melalui program TMMD. Menurutnya, perawatan yang baik akan membuat fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” katanya.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




