JEMBATAN penghubung antara Desa Petir dan Desa Pucung Bedug, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu (11/1/2026). Pemerintah Kabupaten Banjarnegara langsung melakukan kajian cepat untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut sekaligus menyiapkan langkah penanganan darurat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, jembatan tersebut ambruk karena faktor usia yang sudah tua dan kondisi konstruksi yang semakin rapuh. Insiden ini terjadi saat sebuah truk bermuatan pasir melintas, sehingga struktur jembatan tidak mampu menahan beban dan akhirnya runtuh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara, Yusuf Winarsono, menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah memasang rambu larangan bagi kendaraan bermuatan berat untuk melintas di jembatan penghubung dua desa tersebut.
“Usia jembatan memang sudah cukup tua dan kondisinya semakin rapuh. Kami juga sudah memasang rambu larangan kendaraan berat. Namun pada saat kejadian, ada truk bermuatan pasir yang melintas sehingga jembatan tidak mampu menahan beban dan ambruk,” ujar Yusuf.
Akibat kejadian tersebut, satu unit truk bermuatan pasir terjun ke sungai dengan kedalaman lebih dari tujuh meter. Beruntung, pengemudi truk hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan.
Pemkab Banjarnegara Siapkan Jembatan Darurat
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama tim terkait telah merumuskan langkah-langkah penanganan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Dalam waktu dekat, Pemkab Banjarnegara akan membangun jembatan darurat sebagai akses sementara penghubung dua desa tersebut.
“Langkah cepat yang kami lakukan adalah menyiapkan jembatan sementara agar mobilitas warga dan aktivitas perekonomian yang bergantung pada jalur ini tetap berjalan,” kata Amalia.
Ia juga mengapresiasi inisiatif dan semangat gotong royong masyarakat yang berencana membuka jalur alternatif sebagai akses darurat. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kepedulian dan kebersamaan warga dalam menghadapi situasi darurat.
Segera Cari Solusi Usai Ambruknya Jembatan Penghubung Dua Desa
Bupati Amalia turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena pemerintah daerah belum dapat segera membangun jembatan permanen pengganti jembatan penghubung dua desa yang ambruk.
“Sambil menunggu proses pembangunan jembatan permanen, jembatan sementara akan menjadi solusi agar dampak sosial dan ekonomi akibat terputusnya akses ini dapat diminimalisir,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan serta kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







