Fenomena tanah gerak melanda Dusun Bandingan, Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara. Akibatnya, lahan seluas 1,5 hektare rusak parah dan mengancam keselamatan sedikitnya sembilan rumah warga yang berada di zona bahaya.
Pergerakan tanah ini dilaporkan sudah terjadi sejak Rabu (31/12/2025) dan masih terus aktif hingga Jumat (2/1/2026). Selain merusak lahan pertanian, akses jalan usaha tani (JUT) di lokasi tersebut juga dilaporkan patah dan terputus.
“Tanah gerak mulai Rabu dan sampai hari ini masih bergerak perlahan,” kata Kepala Desa Kalibombong, Wanti, saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Wanti menjelaskan, material tanah yang bergeser sebagian telah masuk ke aliran Sungai Kecepit yang berada di bawah lereng. Berdasarkan pantauan di lapangan, mahkota longsoran kini membentuk pola tapal kuda dengan lebar retakan mencapai satu meter dan panjang sekitar 60 meter.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama di wilayah RT 1 RW 4 Dusun Bandingan. Sebanyak 9 rumah yang dihuni oleh 31 jiwa kini dalam status terancam jika pergerakan tanah terus meluas.
Langkah Darurat dan Kajian Geologis
Pemerintah desa setempat telah melakukan langkah darurat dengan menutup akses jalan yang rusak dan memasang tali air di puncak mahkota longsoran untuk meminimalisir rembesan air hujan ke dalam retakan.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aji Piluroso, menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk asesmen awal.
“Kami sudah menerima laporan dan merencanakan kajian geologis di lokasi tersebut untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” kata Aji.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat terjadi cuaca ekstrem. Mengingat wilayah Banjarnegara masih berpotensi diguyur hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
“Jika ada gejala atau tanda-tanda bencana susulan, segera lapor ke desa atau BPBD,” pungkasnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







