PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara menyiapkan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk pembangunan dua jembatan ambruk di Desa Karekan, Kecamatan Pagentan. Kedua jembatan ambruk tersebut berada di atas Sungai Merawu dan Sungai Bojong, yang rusak akibat luapan air sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah Banjarnegara bagian atas.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Banjarnegara, Arqom Al Fahmi, mengatakan bahwa pembangunan dua jembatan tersebut sebenarnya telah masuk dalam rencana kerja tahun 2026. Namun, bencana alam yang terjadi pada akhir tahun 2025 menyebabkan jembatan lebih dulu mengalami kerusakan berat.
“Dua jembatan itu sudah kami rencanakan pembangunannya pada 2026. Tetapi karena hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai dan menggerus pondasi, jembatan akhirnya ambrol lebih cepat,” ujar Arqom, Senin (5/1/2026).
Siapkan Rp 7,5 Miliar untuk Dua Jembatan Ambruk
Ia menjelaskan, dari total anggaran Rp7,5 miliar tersebut, Rp5,3 miliar dialokasikan untuk pembangunan jembatan di ruas jalan Kalilunjar–Karekan, sementara Rp2,2 miliar digunakan untuk rehabilitasi Jembatan Kali Merawu.
Menurut Arqom, kerusakan terjadi cukup parah karena bagian opritan, yakni penghubung antara badan jalan dan lantai jembatan, terputus akibat derasnya arus sungai. Kondisi ini membuat kedua jembatan tidak dapat dilalui dan memutus total akses transportasi warga setempat.
“Sekarang dua jembatan sudah tidak bisa difungsikan karena opritannya terputus akibat terjangan air sungai,” jelasnya.
Siapkan DED untuk Percepatan Pembangunan Jembatan
Untuk mempercepat proses pembangunan, DPU PR Banjarnegara saat ini tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk kedua jembatan tersebut. DED menjadi dasar penting sebelum masuk ke tahapan berikutnya, termasuk proses pengadaan melalui metode e-purchasing.
“Kami berharap seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga pengadaan, bisa berjalan lancar. Dengan begitu, pelaksanaan pembangunan jembatan ambruk di dua sungai tersebut tepat waktu dan dikerjakan oleh penyedia jasa yang profesional,” katanya.
Arqom menegaskan, sesuai arahan Kepala DPU PR Banjarnegara, percepatan pembangunan menjadi prioritas karena keberadaan dua jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat Pagentan.
Sebagaimana diketahui, hujan deras yang melanda wilayah Banjarnegara bagian atas beberapa waktu lalu menyebabkan Sungai Merawu dan Sungai Bojong meluap. Akibatnya, pondasi jembatan penghubung di Desa Karekan ambrol dan memutus akses jalan utama warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun layanan sosial.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







