PERSIBARA Banjarnegara bukan sekadar klub sepak bola. Tim berjuluk Laskar Dipayudha ini adalah simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Banjarnegara. Tahun 2025 menjadi momentum penting ketika Persibara resmi bangkit dan kembali bersiap mengarungi kompetisi Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026, menandai kebangkitan sepak bola Banjarnegara setelah vakum cukup panjang.
Kembalinya Persibara Banjarnegara ke kompetisi resmi PSSI Jawa Tengah membawa optimisme baru bagi pecinta sepak bola di Kota Dawet Ayu. Klub yang bermarkas di Stadion Soemitro Kolopaking ini kini kembali menjadi harapan untuk mengangkat nama Banjarnegara di kancah regional hingga nasional.
Menelusuri Perjalanan Panjang Persibara Banjarnegara di Dunia Sepak Bola
Sejarah sepak bola Banjarnegara sejatinya telah tumbuh sejak era kolonial. Aktivitas sepak bola lokal kala itu dikenal melalui bondselftal atau klub-klub daerah yang kerap mengikuti pertandingan antarkota dan mencatat sejumlah kemenangan penting. Tradisi panjang inilah yang kemudian menjadi fondasi lahirnya Persatuan Sepak Bola Indonesia Banjarnegara atau Persibara.
Meski tahun berdirinya masih menjadi perdebatan akibat minimnya dokumen primer, Persibara kerap dikaitkan dengan era PSIBa pada akhir 1960-an atau akhir 1980-an. Namun yang pasti, klub ini telah lama menjadi representasi utama sepak bola Banjarnegara.
Puncak prestasi Persibara salah satunya terjadi pada tahun 2018, ketika berhasil menjadi runner-up Liga 3 Jawa Tengah dan melaju ke babak 32 besar nasional. Sayangnya, setelah itu Persibara sempat mengalami pasang surut dan absen di beberapa musim kompetisi akibat berbagai kendala internal.

Persibara Banjarnegara Siap Menulis Sejarah Baru di Liga 4
Tahun 2025 menjadi titik balik. Persibara Banjarnegara memastikan diri lolos kualifikasi Liga 4 Jawa Tengah dan kembali aktif di kompetisi resmi. Kebangkitan ini disambut antusias oleh masyarakat dan suporter setia Bara Mania, yang selama ini konsisten mendukung klub meski dalam kondisi sulit.
Tingginya animo pemain muda Banjarnegara juga menjadi sinyal positif. Seleksi terbuka Persibara diikuti ratusan pemain lokal, menandakan gairah sepak bola daerah yang kembali hidup dan siap dikelola secara profesional.
Identitas Persibara Banjarnegara
Secara identitas, Persibara dikenal dengan julukan Laskar Dipayudha dan maskot Burung Pelatuk Jawa. Stadion Soemitro Kolopaking yang berkapasitas sekitar 10 ribu penonton menjadi saksi perjalanan panjang klub ini, dari kejayaan, keterpurukan, hingga kebangkitan.
Tak hanya tim senior, pembinaan usia muda Persibara juga menunjukkan konsistensi. Tim junior kerap menembus enam besar kompetisi kelompok umur tingkat Jawa Tengah. Bahkan, sejumlah pemain asal Banjarnegara telah menembus klub-klub elite nasional dan turut memperkuat Timnas Indonesia di berbagai level usia.

Berikut catatan prestasi Persibara Banjarnegara:
- 2001: Runner-up PORDA Jawa Tengah
- 2008: Juara Divisi III Pengda PSSI Jawa Tengah
- 2018: Runner-up Liga 3 Jawa Tengah
- 2018: Lolos Babak 32 Besar Nasional Liga 3
- 2025: Lolos Kualifikasi Liga 4 Jawa Tengah
Kini, Persibara Banjarnegara menatap masa depan dengan target jangka panjang promosi ke kasta yang lebih tinggi. Kebangkitan ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang mengelola warisan, menjaga sportivitas, dan menyatukan kembali semangat masyarakat Banjarnegara melalui olahraga paling populer di dunia.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







