RETAKAN tanah memanjang muncul di tengah permukiman warga Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Peristiwa tanah gerak ini terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Pergerakan tanah ini tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengancam keberadaan SMPN 3 Satu Atap (Satap) Pandanarum dan PAUD yang menjadi tumpuan pendidikan anak-anak setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan pergerakan tanah tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami retakan, termasuk permukiman warga dan akses jalan. Sedikitnya lima rumah warga kini berada dalam kondisi terancam.
“Rumah milik Misto dan Bardi di Dusun Kendilwesi serta rumah Turyanto, Kaswari, dan Tarwo di Dusun Jamban masuk dalam zona rawan terdampak,” kata Aji, Senin (19/1/2026).
Tanah Gerak Ancam Sekolah dan Rumah Warga
Selain permukiman, tanah gerak ini juga mengancam bangunan SMP Negeri 3 Satu Atap (Satap) Pandanarum serta PAUD Tunas Bangsa yang lokasinya tidak jauh dari pusat pergerakan tanah.
BPBD mencatat, pada radius sekitar 150 meter dari pusat rekahan terdapat 12 rumah penduduk. Bahkan satu dusun yang berada di bawah lokasi pergerakan tanah atau berjarak sekitar 200 meter dari tanah gerak ini juga berpotensi terdampak apabila terjadi pergerakan lanjutan.
Meski demikian, hingga saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing dengan meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat curah hujan di wilayah Pandanarum dan sekitarnya masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Tim BPBD bersama relawan terus melakukan pemantauan di lokasi. Upaya sementara yang dilakukan antara lain menutup rekahan tanah untuk mengurangi risiko longsor,” jelas Aji.
Perbaiki EWS dan Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat
Selain itu, BPBD juga melakukan perbaikan Early Warning System (EWS) untuk memantau pergerakan tanah secara berkala. Alat tersebut diharapkan dapat memberikan peringatan dini apabila terjadi pergeseran tanah lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan baru atau suara gemuruh dari dalam tanah,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!






