Dinkominfo Goes to School, Pelajar Banjarnegara Diajak Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial

Syarif TM
Dinas Kominfo Banjarnegara menggelar goes to school dan mengajak pelajar gunakan media sosial dengan bijak. (dok. kominfo)

MEDIA sosial saat ini tak hanya sekadar menjadi sarana berinteraksi dan hiburan, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar dan sumber informasi. Pemanfaatan yang tepat diyakini mampu memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kualitas diri, khususnya bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banjarnegara, Sagiyo, saat kegiatan Dinkominfo Goes to School di SMK Negeri 1 Bawang, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, dengan kondisi seperti saat ini, media sosial memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Media sosial bisa menjadi ruang untuk belajar, menambah pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan diri, bukan sekadar untuk hiburan semata,” ujarnya.

Dikatakannya, pelajar sebagai pengguna aktif media sosial perlu mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal yang positif dan produktif.

Media Sosial Jadi Tantangan Etika di Dunia Digital

Sagiyo juga mengingatkan bahwa di balik kemudahan akses informasi, terdapat tantangan besar dalam menjaga etika dan sikap bijak saat bersosial media. Oleh karena itu, siswa diminta lebih selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi.

Baca juga  Bupati Fahmi: Konten Keren Tanpa Traffic Sama Saja Kosong

“Utamakan konten yang positif, inspiratif, dan mendidik. Jangan mudah mengikuti akun yang sering menyebarkan konten negatif atau informasi menyesatkan karena dapat berdampak buruk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinkominfo Banjarnegara, Dhian Budi Asih, mengatakan bahwa pelajar merupakan kelompok yang sangat akrab dengan media sosial dan hampir setiap hari berinteraksi dengan berbagai platform digital.

Melalui program Dinkominfo Goes to School, pihaknya berupaya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar agar lebih cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.

“Dengan literasi digital, siswa dapat memahami informasi mana yang layak dikonsumsi dan mana yang harus dihindari. Ini penting agar mereka terhindar dari hoaks dan dampak negatif media sosial,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Dinkominfo Banjarnegara berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai etika, tanggung jawab, serta dampak penggunaan media sosial. Dengan demikian, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri yang positif dan produktif di tengah arus informasi yang semakin deras.

Baca juga  Meriah! Fun Run HUT Smansaba ke 64 Tahun 2025

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.