Imbas banjir, KAI Daop 5 membatalkan keberangkatan KA Kamandaka–Purwojaya. PT KAI masih memberlakukan pembatalan perjalanan dan rekayasa pola operasi sejumlah kereta api hingga Senin (19/1).
Kebijakan ini diambil sebagai dampak dari luapan air yang terjadi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang. Kondisi tersebut turut memengaruhi perjalanan kereta api yang melintas maupun terhubung dengan wilayah Daop 5 Purwokerto.
Manajemen KAI Daop 5 menegaskan bahwa keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Seluruh langkah operasional yang diambil merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi prasarana perkeretaapian, khususnya jalur rel yang terdampak genangan dan luapan air.
KAI Intensif Pantau Jalur Demi Keselamatan Penumpang
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif dan pemeriksaan teknis secara berkelanjutan. Petugas di lapangan dikerahkan untuk memastikan kondisi jalur tetap aman sebelum dilalui kereta api.
Menurut As’ad, langkah antisipatif ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelanggan.
Pemantauan kondisi jalur dilakukan secara real time, sehingga setiap potensi risiko dapat segera ditangani. Dengan pendekatan tersebut, KAI Daop 5 berharap dapat meminimalkan dampak gangguan operasional terhadap perjalanan kereta api.
Pembatalan KA Kamandaka dan Purwojaya Bersifat Fakultatif
Berdasarkan evaluasi operasional terkini, KAI Daop 5 Purwokerto melakukan pembatalan fakultatif terhadap sejumlah perjalanan kereta api untuk keberangkatan Senin (19/1).
Kereta yang dibatalkan antara lain KA Kamandaka dengan nomor KA 181, KA 194, dan KA 197 untuk relasi Semarang Tawang–Purwokerto/Cilacap pulang-pergi.
Selain itu, pembatalan juga diberlakukan pada KA Purwojaya dengan nomor KA 50F, KA 53F, KA 58F, dan KA 57F yang melayani relasi Gambir–Cilacap pulang-pergi.
Pembatalan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan guna menghindari risiko perjalanan di jalur yang terdampak kondisi alam.
Rekayasa Pola Operasi dengan Rute Memutar
Selain pembatalan, KAI juga menerapkan rekayasa pola operasi berupa pengalihan rute atau perjalanan memutar pada sejumlah kereta api jarak jauh.
Untuk arah timur ke barat, beberapa KA dijalankan memutar melalui lintas Semarang Tawang–Gundih–Solo Balapan–Purwokerto–Cirebon.
Kereta yang terdampak antara lain KA Argo Bromo Anggrek, Pandalungan, Brawijaya, Sembrani, Jayabaya, Harina, Gumarang, Dharmawangsa Ekspres, Majapahit, dan Kertajaya.
Sementara itu, untuk arah barat ke timur, rekayasa perjalanan dilakukan melalui rute Cirebon–Purwokerto–Solo Balapan–Gundih–Semarang Tawang.
Pola operasi ini diberlakukan untuk kereta dengan relasi Gambir atau Pasarsenen menuju Surabaya, Malang, dan Jember, termasuk Argo Bromo Anggrek, Pandalungan, Brawijaya, Sembrani, Jayabaya, Harina, Gumarang, Dharmawangsa Ekspres, Majapahit, serta Kertajaya.
Rekayasa ini berpotensi menyebabkan perubahan waktu tempuh perjalanan, namun dinilai sebagai opsi paling aman dalam kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
Service Recovery Disiapkan bagi Penumpang Terdampak
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI Daop 5 Purwokerto telah menyiapkan skema service recovery bagi pelanggan yang terdampak pembatalan maupun perubahan pola operasi.
Layanan ini ditujukan untuk memastikan hak-hak penumpang tetap terpenuhi meskipun terjadi gangguan perjalanan.
KAI Daop 5 juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Perusahaan menegaskan bahwa keputusan operasional ini semata-mata diambil demi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.
Pengembalian Bea Tiket 100 Persen Sesuai Ketentuan
Bagi pelanggan yang terdampak, KAI Daop 5 memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Pengajuan pengembalian dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan perjalanan.
Pelanggan yang memilih tidak melanjutkan perjalanan akibat pembatalan, pengalihan rute, rekayasa pola operasi, maupun keterlambatan berhak memperoleh pengembalian penuh, termasuk untuk tiket terusan dan tiket pulang-pergi. Proses refund dapat dilakukan melalui loket di Stasiun Purwokerto, Kroya, Cilacap, dan Kutoarjo.
Selain itu, KAI juga menyediakan layanan pengajuan pengembalian melalui Contact Center 121, baik melalui panggilan telepon maupun layanan VOIP di aplikasi Access by KAI. Jalur ini khusus melayani pengembalian bea tiket 100 persen sesuai kebijakan yang ditetapkan.
KAI Janjikan Informasi Berkala kepada Masyarakat
Seiring dengan proses penanganan yang terus berlangsung, KAI berkomitmen untuk menyampaikan informasi terbaru secara berkala kepada masyarakat.
Transparansi informasi diharapkan dapat membantu pelanggan menyesuaikan rencana perjalanan mereka di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“KAI mengapresiasi kesabaran dan kerja sama seluruh pelanggan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami dalam setiap kebijakan operasional,” tutup M. As’ad Habibuddin.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.






