Berobat Dekat, Belanja Hemat, Berkat Program Speling dan Gerakan Pangan Murah

Nestya Zahra
Program Speling dan GPM yang digagas Gubernur jadikan masyarakat berobat dekat, belanja hemat. (dok. Pemprov Jateng)

Layanan Dokter Spesialis Keliling Diserbu Warga, Program Pangan Murah Tekan Harga Sembako

UPAYA untuk memperkuat layanan masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk dengan memadukan layanan kesehatan melalui program speling sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat jelang Lebaran.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Spesialis Keliling (Speling) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di beberapa desa di Jawa Tengah, termasuk yang dilaksanakan di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Pada kegiatan speling dan GPM yang dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi ini langsung mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Layanan kesehatan yang menghadirkan dokter spesialis bahkan diserbu warga hingga melampaui target awal.

Selain layanan kesehatan, pemerintah provinsi juga menggelontorkan subsidi sekitar Rp112 juta dalam program Gerakan Pangan Murah untuk menekan harga sejumlah komoditas penting di tingkat masyarakat.

Baca juga  Tebing Sungai Ambrol di Klirong, Guguran Masih Terjadi Setelah 2 Hari

Dalam kunjungan tersebut, gubernur juga meninjau langsung pelayanan Speling, pelaksanaan GPM, serta menyerahkan sejumlah bantuan sosial dan ekonomi produktif kepada warga setempat.

Speling Jadikan Akses Dokter Spesialis Lebih Dekat ke Masyarakat

Mayoritas warga yang memanfaatkan layanan kesehatan merupakan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Kehadiran program speling yang menghadirkan dokter spesialis di tingkat desa membuat masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.

Salah satu warga, Umi Kulsum, mengaku terbantu dengan program speling tersebut karena bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak.

“Alhamdulillah bisa bertemu dokter anak dan mendapat penjelasan tentang gizi serta stunting. Anak saya juga dipastikan tidak memiliki gejala,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, mengatakan awalnya layanan kesehatan tersebut hanya ditargetkan untuk sekitar 100 pasien. Namun jumlah warga yang datang ternyata melampaui kapasitas yang disiapkan.

Menurut Yunita, layanan Speling di Desa Gondang menghadirkan dokter spesialis anak dan dokter kandungan dari RSUD Dr. Moewardi yang didukung tenaga medis dari puskesmas setempat.

Baca juga  KPK Puji Kinerja Antikorupsi Jawa Tengah, MCP Capai 90,8 dan Tertinggi Secara Nasional

Program Speling sendiri dirancang untuk memperluas akses layanan kesehatan spesialis hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Program ini tidak hanya melayani pemeriksaan ibu dan anak, tetapi juga mendukung berbagai upaya kesehatan lain seperti penurunan angka kematian ibu, pencegahan stunting, penanganan tuberkulosis (TBC), deteksi dini kanker serviks, serta pengendalian penyakit tidak menular.

Hingga awal Maret 2026, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 959 kali di 414 kecamatan yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan total penerima manfaat lebih dari 93 ribu warga.

Gerakan Pangan Murah Bantu Tekan Harga Sembako

Di lokasi yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menggelar Gerakan Pangan Murah dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.

Komoditas yang dijual antara lain beras, telur, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, hingga cabai.

Salah satu warga, Bu Jum, mengatakan harga yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar.

“Telur di sini Rp26 ribu, di pasar bisa Rp28 ribu. Bawang putih juga lebih murah. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” katanya.

Baca juga  Tani Merdeka Banjarnegara Deklarasikan Tolak Adu Domba Rakyat

Total nilai subsidi yang digelontorkan pemerintah dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp112 juta untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.

Bantuan Usaha dan Cadangan Pangan untuk Warga

Selain program kesehatan dan pangan murah, gubernur juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat Desa Gondang.

Salah satunya adalah bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) senilai Rp20 juta untuk satu kelompok usaha yang beranggotakan 10 orang warga.

Pemerintah provinsi juga menyalurkan cadangan pangan pemerintah daerah berupa 1 ton beras untuk 100 kepala keluarga. Setiap keluarga menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram.

Melalui berbagai program terintegrasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memperkuat perlindungan sosial masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan layanan kesehatan dasar serta kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau hingga ke tingkat desa.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.