Mei 2026: 1.329 Calon Jamaah Haji Banyumas Siap Diberangkatkan dalam 5 Kloter

Besari
Suasana umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji di Makkah.(dok ChatGPT)

Persiapan teknis pemberangkatan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Banyumas kini mencapai tahap akhir. Sebanyak 1.329 calon jamaah haji (calhaj) asal Banyumas telah terkonfirmasi siap bertolak menuju Tanah Suci. Seluruh jamaah tersebut akan terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas, Dr. H. Afiffudin Idrus, menjelaskan bahwa para jamaah akan diberangkatkan melalui kloter 72, 73, 74, 75, dan 76. Beberapa kloter tersebut merupakan gabungan dengan jamaah dari wilayah tetangga.

”Yang bergabung dengan calon jamaah haji dari Banjarnegara adalah kloter 72, sedangkan yang bergabung dengan calon jamaah haji dari Cilacap kloter 76,” kata Afiffudin, Rabu (22/4/2026).

Sesuai jadwal, rombongan akan mulai bertolak dari Purwokerto pada tanggal 15 dan 16 Mei 2026. Adapun jadwal penerbangan menuju Arab Saudi dijadwalkan menyusul satu hari setelahnya, yakni pada 16 dan 17 Mei 2026.

Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menetapkan kawasan GOR Satria Purwokerto sebagai titik kumpul dan lokasi pemberangkatan resmi. Namun, rincian waktu keberangkatan masih bersifat tentatif.

Baca juga  Jelang Liga 4 Jateng, Persibas Banyumas Beberkan Ada Belasan Sponsor

”Untuk jam berangkatnya masih menunggu. Demikian pula untuk surat undangan pemberangkatan juga belum dibagikan ke calon jamaah haji dan pihak keluarga,” ujarnya.

Saat ini, fokus utama adalah penyelesaian administrasi untuk masuk ke Asrama Haji Donohudan. Afiffudin memastikan bahwa secara umum, kondisi fisik dan kesiapan mental para jamaah terpantau sangat baik.

Berbeda dengan beberapa daerah lain yang masuk dalam gelombang pertama, Kabupaten Banyumas dijadwalkan berangkat dalam gelombang kedua.

”Gelombang 1 untuk kabupaten lain dan sudah selesai. Sedangkan yang sekarang untuk gelombang kedua, termasuk untuk Kabupaten Banyumas,” katanya.

Terdapat perubahan mekanisme yang cukup signifikan tahun ini, terutama terkait distribusi Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA). Jika sebelumnya dokumen ini diserahkan secara kolektif, kini SPMA dibagikan secara personal kepada masing-masing jamaah.

Dokumen tersebut berfungsi sebagai bukti sah penyelesaian seluruh proses administrasi sekaligus memuat jadwal resmi masuk asrama haji sebelum keberangkatan internasional. Mengingat waktu keberangkatan yang menyisakan kurang dari satu bulan, pihak Kemenag mengimbau agar para jamaah fokus menjaga kebugaran dan kesehatan fisik.

Baca juga  Isu Hutan Gundul Gunung Slamet Bikin Resah: Bukan Aktivitas Tambang, Tapi Bekas Proyek Panas Bumi?

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG: