Menelusuri Hotel Besar Purwokerto: Berdiri 1930 dan Pernah Berganti Nama

Kurnia
Hotel Besar Purwokerto yang berdiri sejak 1930 dan pernah berganti nama dalam catatan sejarahnya. (Foto: Google Maps/Hotel Besar)

Menjelajahi sudut Kota Purwokerto seolah membawa kita pada lorong waktu, terutama saat melintasi kawasan Pasar Wage. Di sana berdiri kokoh sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu dinamika zaman sejak era kolonial Belanda: Hotel Besar.

Sebagai hotel tertua di Purwokerto yang masih beroperasi, penginapan ini menyimpan kisah inspiratif tentang kegigihan bisnis keluarga yang bertahan selama hampir satu abad.

Sejarah Berdirinya di Tengah Krisis Global

Berdasarkan catatan sejarah banjoemas.com, Hotel Besar didirikan pada tahun 1930 oleh seorang pengusaha bernama The Shia. Berdirinya hotel ini tergolong unik karena terjadi di awal masa malaise atau krisis ekonomi global yang melanda Hindia Belanda.

Saat hotel-hotel milik perusahaan Belanda di kawasan “kota baru” (sekitar Alun-alun) mulai goyah, The Shia justru melihat peluang di kawasan “kota lama” yang dikenal sebagai China Kamp.

Awalnya, The Shia bersama istrinya adalah penjual jamu di sebuah toko yang berlokasi tepat di seberang hotel. Di masa tuanya, ia memutuskan mendirikan penginapan dengan nama asli Tjiang Tjoan Lie Kwan.

Baca juga  Ide Liburan di Baturraden saat Long Weekend: dari Wisata Ikonik, Kuliner Malam, hingga Oleh-Oleh

Karena anak tunggalnya tidak berminat mengelola bisnis tersebut, tanggung jawab jatuh kepada sang cucu, The Han Key, pada tahun 1939.

Di bawah kendali The Han Key, hotel ini mulai berkembang pesat seiring membaiknya kondisi ekonomi pascakrisis.

Transformasi dan Kembalinya Identitas “Hotel Besar”

Sejarah mencatat bahwa hotel ini sangat konsisten dikelola secara turun-temurun oleh keluarga besar The.

Setelah kepemimpinan The Sin Tjen (putra The Han Key) dimulai pada 1971, perubahan besar dilakukan pada tahun 2006.

hotel
Beberapa sudut yang ada di Hotel Besar Purwokerto dengan masih mempertahankan kesan klasik di dalamnya. (Foto: TikTok @hotelbesarpurwokerto)

Bangunan sisi timur dibongkar untuk area kafe, ubin lama diganti keramik, dan kapasitas kamar ditambah dari 19 menjadi 33 unit. Bersamaan dengan renovasi besar tersebut, nama hotel sempat diubah menjadi Hotel Mulia.

Namun, nama baru ini hanya bertahan selama sembilan tahun. Karena nilai historis dan nama aslinya sudah terlalu melekat di hati masyarakat, pada 1 Februari 2015, manajemen secara resmi mengembalikan nama penginapan ini menjadi Hotel Besar.

Langkah ini diambil untuk mempertahankan identitas sebagai satu-satunya hotel tertua yang tetap eksis di bawah manajemen keluarga yang sama.

Baca juga  Persibas Banyumas vs Persibangga Purbalingga: Berikut Harga Tiketnya

Fasilitas Klasik dengan Kenyamanan Modern

Meskipun telah berusia hampir satu abad, Hotel Besar tetap menjadi pilihan favorit pengunjung karena suasananya yang homey dan tenang. Hotel bintang 2 ini menawarkan berbagai tipe kamar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan budget wisatawan:

* Standard & Superior: Pilihan ekonomis dengan fasilitas esensial yang lengkap.
* Deluxe: Kamar yang lebih luas untuk kenyamanan ekstra selama berlibur.
* Suite: Dilengkapi dengan balkon pribadi untuk menikmati suasana kota.
* Junior Suite Opal: Tipe kamar paling luas (22 m²) dengan teras pribadi yang memberikan privasi lebih.

Setiap kamar telah dilengkapi dengan AC, TV, Wi-Fi gratis, serta layanan kamar 24 jam. Fasilitas pendukung lainnya mencakup taman hijau yang asri, restoran, hingga layanan pijat dan spa untuk relaksasi.

Lokasi Strategis di Jantung Kota Purwokerto

Keunggulan utama menginap di Hotel Besar adalah lokasinya yang sangat strategis di Jalan Jenderal Sudirman No. 732. Dari sini, pengunjung dapat dengan mudah mengakses berbagai pusat keramaian dan objek wisata:

1. Pasar Wage (392 m): Pusat perbelanjaan tradisional terbesar untuk berburu kuliner dan oleh-oleh khas Banyumas.
2. RITA Pasaraya (659 m): Destinasi belanja modern yang hanya berjarak beberapa menit jalan kaki.
3. Alun-Alun Purwokerto (1,9 km): Pusat kegiatan warga dan ikon kota yang sangat dekat.
4. Menara Pandang Teratai Purwokerto (2,5 km): Ikon wisata baru setinggi 117 meter ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 7-10 menit berkendara melalui Jalan Bung Karno.
5. Kawasan Wisata Baturraden: Hanya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit berkendara menuju utara untuk menikmati udara pegunungan.

Baca juga  Banyumaas Raih UHC Awards 2026 Karena Jaminan Kesehatan Tembus 98,7 Persen

Warisan Sejarah yang Terus Relevan

Hotel Besar Purwokerto adalah bukti nyata bagaimana sebuah warisan sejarah dapat terus relevan di tengah gempuran hotel modern berbintang.

Dengan harga yang terjangkau dan lokasi yang berada di jantung aktivitas kota, hotel ini tetap menjadi rekomendasi utama bagi siapa saja yang ingin merasakan atmosfer masa lalu tanpa kehilangan kenyamanan masa kini. Menginap di sini berarti turut merawat potongan sejarah yang masih bernapas di Kota Satria.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.