Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banyumas > Keluhkan Retribusi Tiket dan Ketidakpastian Venue, Pelaku Seni dan EO Banyumas Adukan Regulasi Pemda ke DPRD
Banyumas

Keluhkan Retribusi Tiket dan Ketidakpastian Venue, Pelaku Seni dan EO Banyumas Adukan Regulasi Pemda ke DPRD

Besari
Terakhir diperbarui: 17 November 2025 20:40
Besari
Membagikan
Protes eo banyumas retribusi tiket 15 %
Sejumlah pelaku seni pertunjukan dan EO melangsungkan audiensi dengan DPRD, di ruang Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas, Sabtu (15/11/2025), mengeluhkan regulasi Pemda yang dinilai memberatkan.
Membagikan

Sejumlah pelaku seni pertunjukan dan Event Organizer (EO) di Banyumas mengadu ke Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas, Sabtu (15/11/2025). Mereka menyuarakan keberatan terhadap sejumlah regulasi Pemerintah Daerah (Pemda) yang dinilai kurang berpihak dan menghambat industri kreatif.

Mereka “curhat” mengenai beberapa kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) yang kurang berpihak kepada para pelaku seni pertunjukan dan EO.

Perwakilan EO, yang dipimpin oleh Among Raksadewa, secara tegas menyampaikan keberatan utama mereka, yaitu ketentuan retribusi daerah sebesar 15% dari jumlah tiket yang dicetak. Pelaku usaha menilai aturan ini tidak adil dan memberatkan.

Mereka berharap retribusi yang dikenakan baiknya dari jumlah tiket yang terjual. Karena jika menghitung tiket yang dicetak, tiket itu tidak pasti semuanya laku terjual.

Banyak event yang tidak selalu mencapai target penjualan tiket. Sehingga jika retribusi menghitungnya tiket yang dicetak dirasa tidak adil.

“Yang paling logis adalah retribusi dikenakan dari tiket yang terjual, bukan yang dicetak. Event itu penuh risiko, tidak semua tiket pasti laku,” katanya.

Baca juga  Difestaria 2025 Hadir di Purwokerto, Tawarkan Lomba Seni Bernuansa Nostalgia dengan Hadiah Jutaan Rupiah

Persoalan krusial lain yang menjadi kendala EO adalah belum adanya kepastian sistem sewa venue GOR Satria Purwokerto.

Menurut Among, ketidakpastian jadwal maupun prosedur pemesanan yang tidak jelas membuat EO kesulitan merancang perencanaan acara jangka panjang, padahal GOR Satria merupakan lokasi strategis.

Dia menambahkan, kepastian penggunaan GOR Satria sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan agenda budaya dan event kreatif di Banyumas.

“Kami butuh kejelasan. Kalau venue strategis seperti GOR saja tidak pasti, bagaimana Banyumas bisa bersaing sebagai kota pertunjukan?” ujarnya.

Selain dua persoalan utama yang menghambat produktivitas tersebut, pelaku EO juga meminta adanya ruang dialog yang lebih sering antara pemerintah daerah dengan komunitas seni pertunjukan.

Mereka menilai kebijakan yang berkaitan dengan industri hiburan seharusnya dibuat dengan mempertimbangkan dinamika lapangan agar tidak mematikan produktivitas pelaku usaha.

Audiensi yang menyoroti kendala regulasi ini berlangsung di ruang Komisi 4 dan diterima langsung oleh Ketua Komisi 4, Dukha Ngabdul Wasih, bersama anggota komisi Andik Pegiarto.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi 4 DPRD Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan EO.

Baca juga  Kecamatan di Banyumas Ini Memiliki Camat yang Baru, Berikut Nama-namanya

Ia menilai penting bagi pemerintah daerah untuk menemukan titik keseimbangan antara regulasi yang tertib sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem event.

“Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait. Apapun kebijakannya harus berpihak pada perkembangan industri kreatif,” ujarnya.

Komisi 4 berkomitmen membuka ruang dialog lanjutan untuk mencari solusi terbaik. Dukha berharap persoalan ini dapat segera dituntaskan agar Banyumas tetap menjadi wilayah yang ramah event, berdaya saing, dan mendukung ekonomi kreatif lokal.

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:retribusi tiket di banyumas
Artikel Sebelumnya Digitalisasi Pembelajaran Prabowo : Digitalisasi Pembelajaran Jadi Lompatan Besar Transformasi Pendidikan Nasional
Artikel Selanjutnya pejabat banyumas touring disaat bencana melanda Pejabat Banyumas Asik Touring Keluarga, Disaat Wilayahnya Dilanda Bencana 
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Ridho Andika Satria dan Syifa Dyah Puspita resmi meraih gelar Kakang Mbekayu Banyumas 2025.
Banyumas

Terpilih sebagai Kakang Mbekayu Banyumas 2025, Ini Pesan untuk Ridho–Syifa

Oleh Santo
Persibas
BanyumasOlahraga

Persibas vs Persik Berakhir 0-0

Oleh Djamal SG
Persibas
BanyumasOlahraga

Persibas vs Persik, Ini 13 Larangan untuk Penonton

Oleh Djamal SG
Job fair gor satria banyumas, umk banyumas
BanyumasEkonomi

Pembahasan UMK Banyumas 2026 Molor, Dinnaker Masih Tunggu Petunjuk Teknis Pusat

Oleh Besari
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?