Cuplikan video yang menampilkan pejabat Banyumas touring dengan motor mewah dan pesta eksklusif ini memicu gelombang kemarahan netizen.
Gambaran suasana dalam vidio tersebut sangat kontradiktif, terlebih di tengah kondisi Banyumas yang sedang dilanda bencana.
Video berdurasi sekitar 40 detik yang diunggah di Facebook Info Seputar Banyumas Purwokerto itu menampilkan aksi pejabat Banyumas touring dengan motor berbagai merek, termasuk kendaraan berharga fantastis.
Selain itu, ada juga momen para istri pejabat terlihat riang berjoget dalam sebuah pesta, yang dianggap publik sebagai gambaran kehidupan yang hedon dan foya-foya.
Kritik Netizen dan Sorotan Akademisi Tentang Pejabat Banyumas Touring
Postingan tersebut viral dan dibanjiri komentar negatif. Netizen meluapkan kekecewaan mereka atas ketimpangan sosial dan kurangnya empati para pejabat terhadap kondisi masyarakat. Bahkan, komentar yang muncul menunjukkan tingkat kekesalan yang tinggi:
“Boro2 mikirna bencana, dalan rusak sing diliwati gal dina be ra de urus,” kata pemilik akun Zaenul Cimplung.
“Semoga pada cepet almarhum Amin Ya Alloh,” tulis akun Jigol Doank Jigol.
Pemilik akun Agung Budiarto menyoroti infrastruktur: “Dari pada buat hura² tolonglah lihat jalan² di daerah seluruh kabupaten Banyumas sudah minta diganti aspalnya soalnya banyak korban akibat lubang² di jalan,” tulisnya.
Perilaku ini dinilai kontras dengan status mereka sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat, apalagi saat Banyumas sedang membutuhkan perhatian serius terkait penanganan bencana.
Menanggapi hal ini, Akademisi UIN SAIZU Purwokerto, Dr. Barid Hardianto MSi, menyatakan bahwa kritik publik ini merupakan bentuk kontrol sosial.
“Tuntutan masyarakat sipil agar pejabat melakukan realokasi anggaran ke hal yang lebih bermanfaat seperti perbaikan jalan, penanganan bencana, hingga RTLH, merupakan hal yang wajar. Dengan begitu, perilaku pejabat yang terkesan foya-foya bisa dikurangi,” katanya, Senin (17/11/2025).
Barid juga menyarankan agar kegiatan touring motor para pejabat dievaluasi, terutama jika dilakukan secara rutin. “Apalagi kalau rutin. Itu bukan rutinitas yang baik,” kata Barid.
Sekda Banyumas Agus Nur Hadie, yang nampak dalam vidio tersebut memberikan klarifikasi. Menurutnya, informasi yang beredar merupakan kompilasi dari berbagai kegiatan, bahkan ada yang berlangsung tahun lalu.
Klarifikasi Sekda Banyumas Soal Video Touring
Agus menegaskan, kegiatan turing motor yang dilakukan sejumlah komunitas di Banyumas murni sebagai penyaluran hobi, hiburan, sekaligus ajang silaturahmi. Mayoritas peserta berasal dari kalangan swasta dan bukan hanya dari aparatur sipil negara (ASN).
“Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari libur, sehingga tidak mengganggu pelayanan publik. Selain itu, seluruh biaya menggunakan anggaran pribadi,” katanya, kepada wartawan.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa kegiatan turing sering dibarengi dengan aksi sosial, seperti pembagian sembako, perbaikan ruang terbuka hijau (RTH), hingga pembangunan jamban keluarga.
“Kami juga mengakomodir berbagai komunitas motor di Banyumas, seperti anak-anak Vespa Paseban, motor antik (MACI), motor modifikasi Banyumas (MMB), hingga Sipitung. Mereka kami wadahi sambil turing,” ujarnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





