Gol semata wayang yang dicetak oleh Ardia Malik Putra, saat menjamu PSIP Pemalang, menjadikan Persibas tetap bertengger di puncak klasmen grup E, Liga 4 Jawa Tengah.
Pertarungan sengit sepanjang 90 menit, mendebarkan hati seluruh pendukung Persibas. Pasalnya, sejumlah peluang gagal diemsekusi menjadikan gol.
Gol yang membawa kemenangan Laskar Bawor baru berhasil dicipta saat tambahan waktu 5 menit. Kemelut di depan gawang lawan akhirnya bisa diselesaikan dengan apik, oleh pemain bernomor punggung 25.
Keberhasilannya lansung disambut sorak Sorai ribuan pendukung yang memadai Stadion Satria Purwokerto, Rabu 21 Januari 2026.
Peluang emas pertama diciptakan Persibas pada menit ke-9. Umpan silang dari sisi kanan berhasil disambut sundulan Rizky Novriansyah, namun bola masih mampu ditepis kiper PSIP Pemalang.
Tim tamu kemudian mendapat peluang berbahaya pada menit ke-17 melalui tendangan bebas yang dieksekusi Suryanto. Sepakan akurat tersebut nyaris berbuah gol, namun bola hanya membentur mistar gawang Persibas.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-40, Persibas kembali mengancam lewat sepakan keras Fadel Muhammad dari luar kotak penalti. Sayangnya, upaya tersebut masih dapat diantisipasi oleh penjaga gawang PSIP, Muhammad Zidan.
Tambahan waktu dua menit di babak pertama tidak mengubah kedudukan. Hingga turun minum, skor masih imbang tanpa gol, 0-0.
Pelatih PSIP Pemalang, M Irfan meski gagal menahan imbang tuan rumah, tapi dia mengaku cukup bersyukur. Setidaknya bisa menyuguhkan permainan yang sangat sengit selam 90 menit.
“Pemain kami tidak ada yang cedera. Permainan yang sengit, permainan yang bagus, diakhir penyisihan grup. Kami tidak mau mengomentari apapun,” katanya, saat conferensi pers, usai pertandingan.
Bagaimana pun jalannya pertandingan di lapangan, serta bagaimana kondisi di luar lapangan, dia tidak ingin memberikan komentar apapun. Selama perjalanannya, dia berharap bisa menjadikan evaluasi dan instrokpeksi bagi dia pribadi serta anak asuhannya.
“Ada waktu yang sudah tertinggal, ada waktu yang terlebih. Itu hak dari perangkat pertandingan. Jadi kami tidak akan protes apapun tidak akan mengomentari apapun, yang paling penting anak anak kami memberikan perlawan yang sangat bagus dengan Persibas,” kata dia.
Sementara itu, pelatih Persibas Agus Yuniardi, tentunya menyambut hangat kemenangan ini. Perjuangan dan usaha keras para pemain, akhirnya bisa mengamankan tiga poin penentu.
“Pertandingan tadi cukup menguras energi, menguras emosi. Banyak hal yang harusnya di babak awal, tapi ternyata baru bisa mencetak gol di menit akhir,” kata dia.
Masih seperti yang sebelumnya, Skuad Persibas memiliki PR dipenyelesaian akhir yang masih lemah. Terbukti di beberapa pertandingan banyak peluang yang tidak berakhir dengan gol.
“Setiap kali latian hasil evaluasi kita sudah melakukan, mungkin akan lebih intens lagi menghadapi 16 besar,” kata dia.
Pelatih yang akrab disama Adel ini menambahkan, ketidak hadiran dua pemain starter dinilai cukup mempengaruhi. Ada Ridwan yang karena sanki akumulasi kartu, serta Kapten Latif yang ijin pulang ke rumah karena kondisi orang tua sakit.
“Faktor kecapean mungkin bisa karena jeda waktu antar pertandingan yang sangat pendek. Ridwan karena akumulasi, dan Latif sebagai kapten sedang ijin pulang. Jadi tidak ada dua starter dua itu mungkin mempengaruhi. Ada sedikit kepindangan, kurang triger dan kreasi,” kata dia.
Setelah menjamu PSIP Pemalang, Persibas selanjutnya melenggang ke tahap selanjutnya, dengan modal 15 poin, Persibas sebagai juara grup dan bakal beratunf di babak ke 16 besar.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



