Rumput Alun-alun Purwokerto Ditutup Sementara, Cek Jadwal Pemeliharaannya

Kurnia
 Petugas sedang melakukan perawatan di rumput Alun-alun Purwokerto. (Foto: Tangkapan layar Instagram @penataan_lingkungan_dan_kehati)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil tindakan preventif dengan melakukan penutupan berkala pada area tengah Alun-alun Purwokerto.

Kebijakan ini diberlakukan demi melaksanakan program pemeliharaan tanaman secara intensif guna menjaga kualitas estetika, tingkat kesuburan tanah, serta memastikan vegetasi hijau di jantung kota tersebut tetap tumbuh optimal dan lestari.

Langkah sterilisasi ini tergolong krusial mengingat tingginya intensitas pemanfaatan ruang publik oleh warga belakangan ini.

Melalui perawatan berkala yang terencana, pihak DLH Banyumas berupaya melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari pemotongan rumput yang mulai liar, pemupukan berkala, hingga penyulaman titik-titik tanah yang mulai gundul akibat aktivitas komunal harian masyarakat.

Jadwal Penutupan Rumput Alun-alun Purwokerto

DLH Banyumas dalam akun Instagram resminya, memberikan informasi mengenai waktu penutupan rumput Alun-alun Purwokerto akibat adanya pemeliharaan rutin ini.

“Dalam rangka perawatan rutin, area rumput Alun-alun Purwokerto untuk sementara ditutup dan tidak dapat digunakan mulai Tanggal 18-23 Mei Sore,” tulis pengumuman @dlhbanyumas, dikutip seputarbanyumas.com pada Selasa (19/5/2026).

Baca juga  Inul Vizta Purwokerto Luncurkan Paket Heboh

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak memasuki area rumput, selama masa perawatan yang berlangsung 6 hari tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area rumput selama masa perawatan berlangsung. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya dalam menjaga Alun-alun Purwokerto tetap bersih indah dan lestari,” imbaunya.

Kerinduan Warga dan Kebijakan Akses Terbuka

Sebelum adanya agenda perawatan rutin pertengahan Mei ini, kawasan pusat kota tersebut sebenarnya baru saja merayakan momentum bersejarah.

Setelah sekitar tujuh tahun lamanya tertutup rapat dari segala bentuk aktivitas luar ruangan warga, area rumput Alun-alun Purwokerto akhirnya kembali resmi dibuka bebas sehingga bisa diinjak langsung dan dimanfaatkan oleh pengunjung untuk bersantai.

Kebijakan pembukaan akses yang dimulai sejak hari Sabtu (18/4/2026) lalu tersebut sontak menjadi angin segar yang disambut antusias oleh warga Purwokerto dan sekitarnya.

Pasalnya, masyarakat lokal sudah cukup lama merindukan kehadiran ruang santai terbuka hijau publik yang ramah, inklusif, serta terletak strategis tepat di pusat mobilisasi wilayah perkotaan.

Baca juga  Menjadikan Herbal sebagai Pilar Strategis Kesehatan Nasional Perlu Dukungan Negara 

Fasilitas Penunjang Kebersihan di Lokasi

Untuk mengimbangi tingginya animo masyarakat yang kini diperbolehkan duduk langsung menggelar alas di atas hamparan rumput pasca-pembukaan April lalu, pemerintah daerah juga telah menyiagakan sejumlah infrastruktur pendukung kebersihan.

Salah satu fasilitas krusial yang disediakan secara masif di lapangan adalah penyediaan Tong Sampah Portabel.

Fasilitas penampungan limbah modern ini sengaja disebar secara merata di sejumlah titik strategis di sekitar lingkar luar area rumput.

Penempatan ini bertujuan utama untuk mempermudah para pengunjung maupun pelaku usaha mikro (pedagang) dalam membuang sisa konsumsi harian secara disiplin, sekaligus memastikan estetika Alun-alun Purwokerto tetap terjaga dalam kondisi higienis pasca-perawatan nanti.

Sinergi Menju Kota yang Bersih dan Indah

Langkah sterilisasi berkala ini diharapkan mampu mengembalikan lanskap hijau Alun-alun Purwokerto menjadi tampak segar (“ijo royo-royo”) setelah dibukanya kembali akses nanti. Perawatan fasilitas publik dinilai tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya dukungan penuh berupa kesadaran lingkungan dari para pengunjung setianya.

Melalui penutupan berkala ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan kembali visinya dalam mewujudkan ruang terbuka hijau yang sehat, bersih, dan berwawasan lingkungan jangka panjang.

Baca juga  Tangis Haru Para Istri Usai Buruh Tambang Ajibarang Akhirnya Divonis Bebas oleh Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto

Pengunjung diharapkan bersabar dan bersama-sama menjaga kebanggaan kota Purwokerto ini agar terus berkelanjutan sebagai ruang interaksi sosial yang nyaman dan estetis bagi generasi mendatang.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.