Mengunjungi Masjid Saka Tunggal Cikakak, Wisata Religi di Banyumas yang Unik dengan Habitat Kera

Kurnia
Keunikan dari Masjid Saka Tunggal Cikakak adalah struktur utamanya yang hanya menggunakan satu tiang penyangga. (Foto: jatengprov.go.id)

Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah memiliki banyak destinasi wisata religi yang menyimpan nilai sejarah dan budaya. Salah satu yang cukup dikenal adalah Masjid Saka Tunggal yang berada di Desa Cikakak.

Masjid kuno ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi tujuan wisata yang menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah. Keunikan tempat ini terletak pada keberadaan kawanan kera yang hidup bebas di kawasan sekitar masjid.

Pemandangan kera yang bermain di pepohonan, berjalan di sekitar halaman, hingga mendekati pengunjung menjadi daya tarik tersendiri.

Tidak heran jika banyak wisatawan datang untuk merasakan suasana wisata religi yang berpadu dengan keindahan alam pedesaan.

Daya Tarik Kawanan Kera di Sekitar Masjid

Salah satu ciri khas kawasan Masjid Saka Tunggal adalah keberadaan ratusan kera ekor panjang yang hidup di sekitar kompleks masjid. Satwa tersebut biasanya terlihat aktif di pepohonan atau di area terbuka di sekitar tempat ibadah.

Baca juga  Beredar Video Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) SMA N 1 Patikraja, Banyumas

Bagi masyarakat Desa Cikakak, keberadaan kera ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Warga terbiasa hidup berdampingan dengan satwa tersebut dan menjaga kelestariannya agar tetap berada di lingkungan alami.

kera
Kerumunan kawanan kera di Masjid Saka Tunggal di Desa Cikakak, Wangon, Banyumas. (Foto: jatengprov.go.id)

Walaupun sering mendekati wisatawan, kera-kera tersebut umumnya tidak bersikap agresif jika tidak diganggu. Pengunjung tetap diimbau untuk menjaga jarak serta tidak memberi makanan secara langsung agar interaksi dengan satwa tetap aman.

Fenomena ini menjadikan kawasan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menghadirkan pengalaman unik bagi para pengunjung.

Sejarah Masjid Saka Tunggal

Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Saka Tunggal sebenarnya memiliki nama resmi Masjid Jami’ Baitussalam. Berdasarkan catatan yang terdapat pada bangunan masjid, tempat ibadah ini diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1288 Masehi.

Pendirinya adalah seorang tokoh penyebar Islam bernama Kyai Mustolih, yang juga dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Tolih. Ia datang ke wilayah Cikakak untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat.

Pada masa itu, wilayah tersebut masih dipengaruhi oleh tradisi dan kepercayaan lama. Melalui kegiatan dakwah yang dilakukan secara bertahap, masyarakat kemudian mulai mengenal dan memeluk ajaran Islam.

Baca juga  Wagub Jateng Taj Yasin Siap Tutup Tambang Pasir di Sumbang Banyumas 

Masjid ini kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat di kawasan tersebut. Hingga kini, masjid tersebut masih digunakan untuk kegiatan ibadah oleh warga setempat.

Keunikan lain dari bangunan ini adalah struktur utamanya yang hanya menggunakan satu tiang penyangga di bagian tengah. Dari konsep inilah muncul sebutan “Saka Tunggal”, yang dalam bahasa Jawa berarti satu tiang utama.

Tiang tersebut menjadi penopang utama atap bangunan sekaligus memiliki makna simbolis tentang keteguhan dalam menjalankan ajaran agama.

Selain itu, bentuk bangunan masjid masih mempertahankan gaya arsitektur tradisional Jawa yang sederhana dengan material kayu dan unsur alami lainnya.

Masjid Saka Tunggal Ada di Mana?

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Masjid Saka Tunggal, lokasi masjid berada di Desa Cikakak, tepatnya di Kecamatan Wangon.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Purwokerto. Perjalanan menuju kawasan ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan melewati kawasan pedesaan yang masih hijau dengan pemandangan persawahan serta pepohonan yang rindang.

Baca juga  Stop Transaksional Jabatan, Bupati Banyumas: Integritas Kunci Utama Pemimpin Sekolah

Suasana tersebut memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sebelum tiba di kawasan masjid.

Di sekitar kompleks masjid juga terdapat area pemakaman tokoh penyebar Islam serta kawasan hutan kecil yang menjadi habitat kawanan kera.

Destinasi Wisata Religi Banyumas yang Sarat Nilai Budaya

Keberadaan Masjid Saka Tunggal menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata religi di Banyumas yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi simbol perjalanan panjang perkembangan Islam di wilayah Banyumas. Keunikan arsitektur serta keberadaan kawanan kera di sekitarnya menambah daya tarik kawasan ini bagi wisatawan.

Perpaduan antara bangunan masjid bersejarah, suasana desa yang tenang, serta kehidupan satwa liar menjadikan Masjid Saka Tunggal Cikakak sebagai destinasi yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan wisata religi dengan nuansa alam yang berbeda.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.