Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menargetkan percepatan proses lelang proyek pembangunan pada 2026. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul masih lambatnya sejumlah proses lelang proyek di Kabupaten Cilacap sepanjang 2025.
Syamsul menilai, keterlambatan lelang tidak terlepas dari dampak tahun politik yang membuat sejumlah tahapan pengadaan belum berjalan optimal. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap laju pembangunan serta penyerapan anggaran pemerintah daerah.
“Evaluasi saya kemarin, memang banyak lelang yang prosesnya lambat. Mungkin ini juga karena baru selesai tahun politik,” kata Syamsul, Jumat (2/1/2026).
Syamsul menegaskan, memasuki tahun 2026, Pemkab Cilacap menargetkan percepatan proses lelang, terutama untuk kegiatan yang anggarannya sudah siap. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi menunda lelang, baik yang bersumber dari APBD maupun dana dari pemerintah pusat.
“Harapan saya di 2026 ini bisa dipercepat. Kalau anggarannya sudah siap, baik itu yang sumbernya dari APBN, Dana Alokasi Khusus atau DAK, segera dilelangkan,” tegasnya.
Tak hanya proyek infrastruktur jalan, Syamsul juga mendorong percepatan lelang untuk kegiatan lain, termasuk penataan bangunan dan proyek fisik lain yang perencanaannya sudah matang. Menurutnya, percepatan sejak awal tahun akan memberi ruang waktu yang cukup untuk pelaksanaan hingga penyelesaian pekerjaan.
“Bukan hanya infrastruktur jalan, termasuk tata bangunan yang sudah siap juga segera dilelangkan,” ujarnya.
Syamsul juga menekankan pentingnya penyelesaian proyek tepat waktu dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Ia mengingatkan, pola pengerjaan yang mepet akhir tahun dapat berdampak pada penilaian arus kas pemerintah daerah oleh pemerintah pusat.
“Harapan saya selesai tepat waktu, tidak mepet-mepet di akhir. Ini berpengaruh terhadap penilaian arus kas di pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika penyerapan anggaran selalu terjadi di penghujung tahun, maka secara administratif akan terlihat seolah-olah anggaran daerah menumpuk di akhir, padahal kondisi tersebut lebih disebabkan oleh lambatnya realisasi.
“Kalau selalu di akhir, nanti anggaran kita seolah-olah banyak di akhir, padahal itu karena penyerapannya baru dilakukan di akhir,” pungkas Syamsul.
Dengan percepatan lelang dan penyerapan anggaran sejak awal tahun, Syamsul berharap pembangunan di Cilacap bisa berjalan lebih optimal dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!







