Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Infrastruktur Pengairan Jateng Tekan Rob dan Perkuat Suplai Irigasi Pertanian
BeritaJateng

Infrastruktur Pengairan Jateng Tekan Rob dan Perkuat Suplai Irigasi Pertanian

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 31 Desember 2025 13:49
Syarif TM
Membagikan
Infrastruktur pengairan
Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi pembangunan infrastruktur pengairan di daerah. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

PEMBANGUNAN infrastruktur pengairan yang digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 mulai menunjukkan dampak nyata. Dari wilayah pesisir hingga sentra pertanian, proyek-proyek tersebut tidak hanya menekan ancaman rob, tetapi juga menjaga keberlanjutan suplai air irigasi bagi lahan pertanian.

Contents
  • Suplay Irigasi Pertanian, Hasilnya Dirasakan Langsung Masyarakat dan Petani
  • Tahun Pembangunan Infrastruktur Pengairan Daerah
  • Siapkan 15 Unit Pompa Mobile Berkapasitas 250 Liter per Dektik

Di kawasan pesisir Kota Pekalongan, ancaman rob yang selama bertahun-tahun menghantui warga kini berangsur mereda. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun tanggul Sungai Bremi–Meduri sebagai perlindungan kawasan permukiman dari limpasan air pasang laut.

Tanggul sepanjang total 2.333 meter itu dilengkapi parapet beton cyclop setinggi sekitar 1,5 meter. Infrastruktur tersebut melindungi tiga desa rawan rob, yakni Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo, yang sebelumnya hampir setiap hari mengalami genangan.

Suplay Irigasi Pertanian, Hasilnya Dirasakan Langsung Masyarakat dan Petani

Kepala Desa Mulyorejo, Samroni, mengungkapkan perubahan signifikan yang dirasakan warganya setelah pembangunan tanggul rampung.

Baca juga  Sumbang Ribuan Kantong Darah, Muhammadiyah Pesantren Raih Penghargaan Bupati

“Dulu hampir tiap hari sungai meluap dan jalan tergenang. Sekarang kondisi jauh lebih aman,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada kawasan pesisir, penguatan pengairan juga menyasar wilayah pertanian. Di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, revitalisasi embung menjadi solusi krusial saat musim kemarau. Embung dengan kapasitas tampung sekitar 11.400 meter kubik kini mampu mengairi kurang lebih 25 hektare sawah.

Bagi petani setempat, embung tersebut menjadi penopang keberlangsungan panen.
“Kalau kemarau biasanya gagal panen. Sekarang air tersedia dan hasil panen meningkat,” kata Matori, petani Desa Triharjo.

Tahun Pembangunan Infrastruktur Pengairan Daerah

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa 2025 menjadi tahun penting bagi pembangunan infrastruktur pengairan di daerahnya. Selama periode tersebut, Pemprov Jateng membangun delapan embung baru, merevitalisasi dua embung, serta menuntaskan 14 paket perbaikan daerah aliran sungai (DAS).

Untuk tanggul Bremi–Meduri, Henggar menyebut pembangunan pada 2025 mencakup 733 meter, sebagai bagian dari proyek tahun jamak yang dimulai sejak 2021.

Baca juga  APBD 2026 Dikebut, Pemprov Jateng Minta Pengadaan Barang dan Jasa Dipersiapkan Lebih Awal

“Dengan peninggian sekitar 1,5 meter, wilayah yang sebelumnya selalu tergenang kini relatif aman dari rob,” katanya.

Infrastruktur Pengairan dilakukan dengan penguatan DAS di sejumlah wilayah strategis, seperti DAS Pemali, Bodri, Kutho, dan Blorong. Meski di beberapa lokasi masih dilakukan penanganan darurat, arah kebijakan tetap diarahkan pada ketahanan pangan dan perlindungan wilayah rawan banjir.

Upaya pengendalian air juga diterapkan di Kabupaten Demak. Di Desa Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Pemprov Jateng menyiapkan pengoperasian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) berkapasitas 2 x 125 liter per detik. Wilayah ini dikenal sebagai daerah rendah yang kerap terdampak rob dan genangan hujan berkepanjangan.

Pompa tersebut menggunakan sistem hibrida, memadukan energi surya dan listrik konvensional, dan dijadwalkan diresmikan pada Rabu (31/12/2025) atas instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Siapkan 15 Unit Pompa Mobile Berkapasitas 250 Liter per Dektik

Selain itu, menyongsong 2026, Pemprov Jateng juga menyiapkan 15 unit pompa mobile berkapasitas 250 liter per detik untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologis.

Baca juga  Investasi Tembus Rp 66 Triliun, Gubernur Luthfi Terima Penghargaan Nasional

Meski demikian, Henggar menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian air tidak hanya bergantung pada infrastruktur pengairan.

“Peran masyarakat dalam menjaga DAS dan lingkungan sangat penting agar dampak bencana hidrometeorologis bisa ditekan,” pungkasnya.

Dari Pekalongan, Kendal, hingga Sayung, pembangunan pengairan kini tak sekadar mengendalikan air, tetapi juga menjaga harapan: pesisir tetap layak dihuni dan sawah terus menghasilkan panen.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:Infrastruktur Pengairankawasan pesisirPemprov Jatengseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Kriminalitas Purbalingga Meningkat di Tahun 2025, Penipuan Online Marak Kriminalitas Purbalingga Meningkat di Tahun 2025, Penipuan Online Marak
Artikel Selanjutnya Skuat Persibara Banjarnegara Persibara Banjarnegara Lakukan Evaluasi Menyeluruh Usai Takluk dari PPSM di Laga Ujicoba
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?