Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Target Nasional Terlampaui, Jawa Tengah Kian Kokoh Jadi Penyangga Ketahanan Pangan Nasional
BeritaJateng

Target Nasional Terlampaui, Jawa Tengah Kian Kokoh Jadi Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 2 Januari 2026 19:30
Nestya Zahra
Membagikan
Jateng siap jadi penyangga ketahanan pangan nasional
Target produksi pertanian Jawa Tengah sukses melampaui target nasional, dan Jateng semakin kokoh menjadi penyangga ketahanan pangan nasional. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

PROVINSI Jawa Tengah mencatat capaian positif di sektor pangan sepanjang 2025. Produksi sejumlah komoditas utama seperti padi, jagung, dan kedelai berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian ini menjadi modal kuat bagi Jawa Tengah untuk mempertegas perannya sebagai penyangga pangan nasional pada 2026.

Contents
  • Peran Strategis Jaga Ketahanan Pangan Nasional
  • Jaga Keberlanjutan dengan Perkuat Infrastruktur Pertanian
  • Perkuat Kapasitas Pengelolaan Pangan di Daerah

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah per Desember 2025, produksi padi di Jawa Tengah mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG). Dengan luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dan luas panen 1.673.012 hektare, Jawa Tengah konsisten berada di tiga besar provinsi penyumbang beras nasional.

Tak hanya padi, produksi jagung Jawa Tengah sepanjang 2025 tercatat 3.837.758 ton dari luas panen 612.373 hektare, menjadikannya kontributor terbesar kedua nasional. Sementara untuk komoditas kedelai, produksi mencapai 17.427 ton dari luas panen 8.902 hektare, sekaligus menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen kedelai terbesar nasional.

Baca juga  Sumanto Minta Petani Tak Jual Sawahnya

Peran Strategis Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, capaian tersebut menunjukkan peran strategis Jawa Tengah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Dari target nasional sekitar 11 juta ton, Jawa Tengah mampu memenuhi sekitar 9 juta ton. Kontribusi beras Jawa Tengah mencapai kurang lebih 17,5 persen dari kebutuhan nasional,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Menurutnya, keberhasilan tahun 2025 menjadi fondasi penting untuk melangkah ke tahap berikutnya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan 2026 sebagai tahun swasembada pangan daerah, sejalan dengan peran strategisnya sebagai penopang pangan nasional.

“Produktivitas ini harus terus kita tingkatkan. Infrastruktur sudah disiapkan sejak 2025 agar 2026 menjadi tahun penguatan sektor pangan, dan ini menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah sebagai penyangga ketahanan pangan nasional.

Jateng Ketahanan Pangan Nasional
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan Kontribusi beras Jawa Tengah mencapai kurang lebih 17,5 persen dari kebutuhan nasional. (dok. Pemprov Jateng)

Jaga Keberlanjutan dengan Perkuat Infrastruktur Pertanian

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jateng terus memperkuat infrastruktur pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan lahan produktif. Ahmad Luthfi menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi.

“Dari total luas wilayah Jawa Tengah sekitar 3,3 juta hektare, sekitar 1,3 juta hektare merupakan lahan pertanian. Ini harus kita jaga. Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mencegah perubahan peruntukan lahan hijau,” katanya.

Baca juga  Cartoon Village Direja, Desa Kartun Pertama Indonesia Yang Jadi Magnet Wisata Baru di Purbalingga

Dari sisi ketersediaan stok pangan, Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY memastikan pasokan beras dalam kondisi aman hingga pertengahan 2026. Pimpinan Wilayah Bulog Jateng–DIY Sri Muniati menyebutkan, stok beras saat ini mencapai 339.094 ton.

“Stok tersebut mencukupi hingga Juni 2026. Sepanjang 2025, realisasi pengadaan setara beras mencapai 397.905 ton atau 100,3 persen dari target,” kata Sri Muniati.

Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun stabilitas harga pangan. Namun demikian, Bulog tetap membutuhkan sinergi lintas sektor agar penyerapan hasil panen petani dapat berjalan optimal.

“Koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, serta dukungan TNI dan Polri sangat penting agar hasil panen petani bisa diserap maksimal,” ujarnya.

Perkuat Kapasitas Pengelolaan Pangan di Daerah

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur untuk memperkuat kapasitas pengelolaan pangan di dalam daerah.

Penguatan tersebut tidak hanya melalui Bulog, tetapi juga melibatkan BUMD provinsi, BUMD kabupaten/kota, serta penggilingan padi skala kecil.

Baca juga  Bahas Penguatan Kerja Sama hingga Hak Siar Piala Dunia 2026, TVRI Lakukan Audiensi dengan Sekda

“Kami tidak melarang distribusi pangan ke luar daerah, tetapi memperkuat kapasitas internal. Salah satunya melalui program subsidi bunga pinjaman bagi penggilingan kecil agar permodalannya lebih kuat. Program ini kami siapkan untuk 2026,” katanya.

Dengan produksi yang solid, perlindungan lahan pertanian, serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis mampu menjaga sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:gubernur ahmad luthfiJatengKetahanan Pangan NasionalPenyanggaseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Petugas saat meninjau dan mendata rumah warga Dayeuhluhur yang roboh diterjang hujan deras dan angin kencang. (BPBD Cilacap). Hujan Deras dan Angin Kencang, Rumah Warga Dayeuhluhur Cilacap Roboh
Artikel Selanjutnya longsor Longsor di Sruweng Kebumen, Tembok Dapur Rumah Warga Jebol
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?