Penerima Beasiswa Koresel Terkendala Deposit, Sekda Buka Skema Inovatif

Syarif TM
Sekda Jateng saat melakukan audiensi bersama pihak universitas di Chungcheongbuk-do, Korea Selatan, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026). (dok. Pemprov Jateng)

SEDIKITNYA 62 calon penerima beasiswa ke Korea Selatan asal Jawa Tengah dari kalangan siswa kurang mampu menghadapi kendala serius terkait syarat deposit rekening sebesar Rp200 juta per orang.

Deposit tersebut termasuk untuk pengurusan visa bagi yang bersangkutan. Untuk itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menggagas solusi inovatif dengan mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng untuk menjadi “Bapak Asuh” bagi para siswa berprestasi tersebut.

“Uang itu hanya sebagai jaminan di rekening dan tidak hilang. Kami akan mengajak teman-teman di Pemprov untuk menjadi Bapak Asuh bagi penerima beasiswa tersebut, mungkin satu orang mendampingi satu anak,” ujar Sumarno usai menerima audiensi dari pihak universitas di Chungcheongbuk-do, Korea Selatan, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026).

Baca juga  Masjid Bersejarah di Boyolali Terbakar, Wagub Jateng Tinjau Lapangan, Siapkan Solusi dan Salurkan Bantuan

Beasiswa Berorientasi Pengentasan Kemiskinan

Sumarno menjelaskan, program beasiswa Sister Province ini dirancang tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Berbeda dengan beasiswa akademik pada umumnya, program ini lebih menekankan pada peningkatan kompetensi kerja, sehingga lulusan diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

“Program ini memang ditujukan untuk membantu pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Upaya Keringanan Biaya dari Kampus Tujuan

Selain skema “Bapak Asuh”, Pemprov Jateng juga berupaya menjalin komunikasi dengan pihak perguruan tinggi di Korea Selatan untuk mendapatkan keringanan biaya, terutama terkait fasilitas asrama mahasiswa.

“Kami juga meminta bantuan agar biaya asrama bisa mendapat diskon, sehingga lebih banyak peserta bisa terakomodasi,” kata Sumarno.

Seleksi Ketat, 62 Peserta Menuju Tahap Akhir

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, mengungkapkan bahwa program ini awalnya diikuti 1.825 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi, kini tersisa 62 peserta yang akan mengikuti ujian kemampuan bahasa Korea (TOPIK) level 3.

Ujian tersebut dijadwalkan berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 17 Mei 2026, yang akan menjadi penentu akhir keberangkatan ke Korea Selatan.

Baca juga  Tim WASH PMI Banjarnegara Musnahkan 10 Kuintal Sampah Selama TDB Longsor Pandanarum

Kebutuhan Dana Jaminan Capai Rp13 Miliar

Syamsudin menjelaskan, sebagian besar kebutuhan program telah dianggarkan melalui APBD, mulai dari pelatihan hingga keberangkatan.

Namun, tantangan terbesar terletak pada dana jaminan visa sebesar Rp200 juta per peserta. Jika seluruh peserta lolos, total kebutuhan dana mencapai hampir Rp13 miliar.

“Saat ini lembaga pelatihan kerja sudah berkomitmen membantu sekitar Rp5,5 miliar. Sisanya masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana deposit tersebut hanya bersifat sementara dan harus tersedia di rekening selama 3–4 bulan untuk memenuhi persyaratan visa.

Pihak Kampus Apresiasi Kesiapan Jateng

Dekan Kantor Urusan Internasional Chungbuk Health & Science University, Lee Young Eun, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempersiapkan peserta program.

“Dari 10 negara yang kami kunjungi, Indonesia adalah yang paling siap. Ini hasil kerja keras pemerintah daerah,” ungkapnya.

Saat ini, sekitar 10 ribu mahasiswa asing telah menempuh pendidikan di wilayah Chungcheongbuk-do melalui program serupa.

Peluang Beasiswa dan Kerja Terbuka Lebar

Direktur Kerja Sama Internasional kampus tersebut, You Young Oh, juga menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas peserta dari Jawa Tengah.

Baca juga  Tren Suspek Meningkat, Pemprov Jateng Genjot Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Kasus Campak

“Setelah wawancara, saya ingin membawa semua siswa ke Korea. Mereka luar biasa,” katanya.

Pihak universitas pun berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk peluang beasiswa tambahan serta program penempatan kerja bagi mahasiswa asing.

Harapan Besar untuk Masa Depan Generasi Muda

Melalui berbagai upaya ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh peserta yang lolos seleksi dapat berangkat dan menyelesaikan studi di Korea Selatan.

Program ini diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan internasional, tetapi juga menjadi jalan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!