Relokasi Warga Tanah Gerak Tegal Dikebut, Pemprov Jateng Kaji Keamanan Lahan Huntara

Syarif TM
Pemprov Jawa Tengah mempercepat relokasi warga terdampak tanah gerak di Kabupaten Tegal dengan mengkaji geologi calon lahan hunian sementara. (dok. Pemprov Jateng)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat langkah relokasi ribuan warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal. Sejumlah calon lahan relokasi kini tengah dikaji secara geologi guna memastikan keamanan sebelum pembangunan hunian sementara (huntara) dimulai.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin warga dapat segera menempati lokasi yang aman dan layak, sekaligus meminimalkan risiko bencana susulan.

Empat Lokasi Dikaji, Termasuk Lahan Pesantren

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan asesmen geologi terhadap empat lokasi.

“Kami sedang melakukan asesmen geologi terhadap empat lokasi, terdiri dari tiga calon lahan relokasi dan satu lokasi pondok pesantren eksisting milik Perhutani yang direncanakan menjadi tempat relokasi,” ujar Agus.

Baca juga  Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Miliki BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

Kajian tersebut dilakukan sebagai bagian dari percepatan relokasi warga ke kawasan yang dinilai lebih aman dan stabil.

Tindak Lanjut Instruksi Wapres dan Gubernur

Agus menjelaskan, kajian geologi ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang sebelumnya meninjau langsung lokasi bencana.

Selain itu, asesmen juga menindaklanjuti permohonan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tegal terkait penanganan darurat dan relokasi warga terdampak.

Lahan Relokasi Tersebar di Tiga Desa

Tiga calon lahan relokasi yang dikaji berada di:

  • Desa Padasari
  • Desa Lebakwangi
  • Desa Capar, Kecamatan Jatinegara

Luasan lahan yang diteliti bervariasi, mulai dari 3,238 hektare, 5,081 hektare, hingga 10,042 hektare.

“Kajian ini diperkirakan memakan waktu minimal tiga hari untuk memastikan stabilitas tanah dan kelayakan lokasi bagi pembangunan hunian,” katanya.

Lebih dari 2.000 Warga Masih Mengungsi

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, menyampaikan bahwa penanganan pengungsi terus dilakukan secara intensif.

Hingga saat ini, tercatat 596 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa terdampak bencana tanah gerak dan tersebar di sembilan titik pengungsian.

Baca juga  48 Warga Binaan Lapas Nusakambangan Bebas pada HUT ke-80 RI

“Pelayanan kebutuhan dasar warga terus berjalan. Saat ini terdapat empat dapur umum yang melayani para pengungsi, disiapkan oleh pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Persiapan Relokasi Dilakukan Bertahap

Terkait relokasi, BPBD Jateng menegaskan proses akan dilakukan secara bertahap setelah rekomendasi kesiapan lahan diterbitkan. Koordinasi lintas perangkat daerah pun terus diperkuat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DPU provinsi dan kabupaten untuk menyiapkan alat berat guna land clearing dan perataan lahan. Pekerjaan dilakukan simultan agar pembangunan bisa segera dimulai,” katanya.

Pemprov Jateng Juga Perkuat Penanganan Banjir Pekalongan

Selain bencana tanah gerak di Tegal, BPBD Jawa Tengah juga memperkuat penanganan banjir di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Di Kota Pekalongan, sebanyak 43 unit pompa telah dioperasikan, terdiri dari mobile pump dan rumah pompa milik BPBD Jateng, DPU Jateng, serta DPU Kota Pekalongan.

Sementara di Kabupaten Pekalongan, sembilan unit pompa disiagakan, ditambah mobile pump dari BPBD Jateng yang didatangkan dari Solo, Pemalang, dan Demak.

Ribuan Warga Mengungsi, Bantuan Terus Disalurkan

Banjir di Kota Pekalongan menyebabkan 532 warga mengungsi di lima titik. Adapun di Kabupaten Pekalongan, 662 kepala keluarga atau 1.901 jiwa mengungsi di 25 titik pengungsian.

Baca juga  Prestasi Pemkab Kebumen: Peringkat 1 Nasional Pencegahan Korupsi

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai:

  • Rp 169,73 juta untuk Kota Pekalongan
  • Rp 290,89 juta untuk Kabupaten Pekalongan

Bantuan meliputi paket sembako, logistik, obat-obatan, vitamin, dukungan dapur umum, serta nasi siap saji.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.