Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Di Tengah Gempuran Tekhnologi, Gen Z di Semarang Pilih Wayang di Saat Anak Lain Sibuk Gawai
BeritaJateng

Di Tengah Gempuran Tekhnologi, Gen Z di Semarang Pilih Wayang di Saat Anak Lain Sibuk Gawai

Nestya Zahra
Terakhir diperbarui: 28 Desember 2025 11:07
Nestya Zahra
Membagikan
Cinta Wayang ditengah gempuran tekhnologi
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri peringatan Ulang Tahun ke-4 Sindhu Laras Bocah, Sabtu (27/12/2025), di Sanggar Teater Lingkar, Kedungmundu, Semarang. (dok. Pemprov Jateng)
Membagikan

DI Tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi teknologi, Sanggar Sindhu Laras Bocah justru menunjukkan wajah lain dari generasi muda Jawa Tengah, mencintai budaya dan tumbuh bersama nilai-nilai sosial.

Contents
  • Wayang, Ruang Sosial di Tengah Dunia Digital
  • Wayang Malam Jumat Kliwon Menuju Wisata Budaya

Hal itu mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri peringatan Ulang Tahun ke-4 Sindhu Laras Bocah, Sabtu (27/12/2025), di Sanggar Teater Lingkar, Kedungmundu, Semarang.

Wakil Gubernur Jateng ini mengaku sudah beberapa kali hadir menyaksikan perkembangan sanggar tersebut. Ia menilai, Sindhu Laras Bocah terus menunjukkan kemajuan dengan jumlah peminat yang semakin bertambah dari waktu ke waktu.

“Saya hadir di Sindhu Laras Bocah ini mungkin sudah ketiga atau keempat kali. Harapannya, semakin bertambah usia, semakin banyak pula anak-anak yang tertarik untuk nguri-uri kebudayaan,” ujar Gus Yasin usai acara.

Menurutnya, upaya pelestarian budaya melalui karawitan dan pedalangan seperti yang dilakukan Sindhu Laras Bocah patut menjadi inspirasi bagi sanggar dan teater lain di Jawa Tengah.

Baca juga  Persibara Banjarnegara Bawa 20 Pemain, Target Curi Poin di Kandang Persik Kendal

Wayang, Ruang Sosial di Tengah Dunia Digital

Pada peringatan HUT ke-4 tersebut, puluhan siswa tampil memukau dengan membawakan kisah tokoh Werkudoro, menunjukkan kepiawaian mereka dalam seni pedalangan. Teater Lingkar sendiri didirikan oleh almarhum Soehartono Padmo Soemarto (Mas Ton), dan kini dilanjutkan kepemimpinannya oleh putra bungsunya, Ki Sindhunata Gesit Widiharto, yang juga seorang dalang.

Dalam sambutannya, Gus Yasin menyoroti fenomena generasi Z yang kini hidup di tengah dunia digital, namun tetap memiliki ketertarikan besar pada seni tradisi.

“Manusia itu makhluk sosial. Tidak bisa hidup sendiri. Melalui hubungan sosial dan kebudayaan, nilai-nilai kemanusiaan tumbuh dan terjaga,” katanya.

Ia menegaskan, teknologi sejatinya diciptakan manusia, sehingga tidak boleh mengikis sisi kemanusiaan dan kebudayaan bangsa. Justru, kebudayaan seperti wayang dapat menjadi media pembentukan karakter, saling menghormati, berpikir kritis, dan berdialog.

Wayang Malam Jumat Kliwon Menuju Wisata Budaya

Gus Yasin juga menaruh harapan besar pada pagelaran Wayang Malam Jumat Kliwon yang rutin digelar Teater Lingkar. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi menjadi daya tarik budaya, bahkan wisata berkelas internasional dari Kota Semarang.

Baca juga  Ada Mancing Berhadiah Jutaan Rupiah di Petanahan

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut pagelaran wayang Malam Jumat Kliwon sebagai kebanggaan tersendiri bagi Kota Semarang.

“Pemerintah Kota Semarang terus memberikan dukungan kepada Teater Lingkar yang menanamkan cinta budaya kepada generasi muda. Teruslah berlatih dan berkarya,” katanya.

Menutup rangkaian acara, Gus Yasin memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan keluarga besar Teater Lingkar dan Sindhu Laras Bocah, seraya berharap seni tradisi terus hidup di tangan generasi penerus.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:Gus Yasinseputar banyumasSindhu Laras Bocahwayang
Artikel Sebelumnya Sadewo Tri Lastiono Ketua DPC PDI Perjuangan Banyumas Sadewo Pimpin PDI Perjuangan Banyumas 2025-2030, Ini Susunan Lengkap Pengurusnya 
Artikel Selanjutnya Bambang Irawan Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga Bambang Irawan Kembali Pimpin DPC PDI Perjuangan Purbalingga
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Restorative Justice
BeritaJateng

Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Oleh Nestya Zahra
Wagub Jateng dan caon investor air bersih asal China
EkonomiJateng

Air Bersih Boyolali Jadi Rebutan Investor China, Wagub Jateng Angkat Bicara

Oleh Nestya Zahra
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?