PSSI Purbalingga Gelar Rapat Internal Bahas Mundurnya Manager Persibangga

Budi Pekerti
Ketua Umum PSSI Purbalingga Uut Triyas Yanuar. (Foto :Budi Pekerti)

PSSI Purbalingga menggelar rapat internal membahas  mengenai mundurnya manager Persibangga Hamzah Asadullah dari jabatannya. Kendati demikian belum diketahui secara pasti keputusan apa yang diambil mensikapi pengunduran diri tersebut.

Rapat Internal

PSSI Purbalingga melalui Ketua Umum  Uut Triyas Yanuar ketika dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026) malam mengatakan pihaknya sedang melakukan rapat internal secara marathon membahas persoalan tersebut. “Nanti kalau sudah ada keputusan final akan kami sampaikan,’ ujarnya.

Menanggapi adanya miskomunikasi anatara managemen dan pemain usai juara Liga 4 Jateng 2025/2026, Uut Triyas Yanuar menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dan diluruskan oleh semua pihak. Ia juga menegaskan itu  bukanlah aksi demo, melainkan agenda penyambutan juara yang dilanjutkan dengan konvoi keliling kota.

“Semua pihak, baik manajer, pelatih, maupun pemain, sudah saling memahami dan sepakat untuk menatap ke depan. Evaluasi pasti dilakukan, dan tujuan kita bersama adalah mempersiapkan Persibangga menghadapi Liga 4 Nasional,” ujar Uut.

PSSI Purbalingga Jaga Situasi Kondusif

PSSI Purbalingga berharap situasi kembali kondusif dan seluruh elemen tim dapat kembali fokus membawa Persibangga berprestasi di level nasional.Seperti diberitakan, Manager Persibangga Hamzah Asadullah mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak. Pasalnya Persibangga baru saja menjuarai Liga 4  Jateng 2025 tertuang dalam pernyataan tertulis yang beredar luas di linimasa.

Baca juga  Pondasi Jembatan Panaruban Ambrol, Akses Karangkobar–Dieng Putus Total

Manager Persibangga Mundur

PSSI Purbalingga mendapatkan informasi, dalam surat pengunduran diri tertanggal 18 Februari 2026, manager yang sukses membawa Persibangga menjadi juara Liga 4 Jateng 2025/2026 menyampaikan perihal pengunduran dirinya. Dituliskan, keputusan ini diambil  setelah melalui pertimbangan yang matang dan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan dan capaian tim selama dia mengemban amanah tersebut.

“Saya menyadari bahwa dalam periode kepemimpinan saya masih terdapat berbagai kekurangan dan target yang belum dapat terpenuhi secara optimal. Saya merasa belum mampu memberikan kontribusi terbaik sebagaimana harapan besar masyarakat Purbalingga terhadap Persibangga,” paparnya.