Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Berita > Di Tengah Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Buka Jalan Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas
BeritaJateng

Di Tengah Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Buka Jalan Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 20 Januari 2026 11:44
Syarif TM
Membagikan
Wagub pasytikan pendidikan untuk Fitria
Senyum Fitria, penyandang disabilitas korban banjir Pekalongan setelah dirinya dipastikan akan mendapatkan pendidikan usai kunjungan Wagub. (dok. Pemprov)
Membagikan

Di tengah banjir Pekalongan, Wagub Jateng Taj Yasin memberi harapan baru bagi Fitria, penyandang disabilitas yang akhirnya berkesempatan mengenyam pendidikan. Harapan baru ini terungkap saat Wagub Jateng melakukan kunjungan ke pengungsian banjir Pekalongan, Senin (19/1/2-26).

Contents
  • Belum Pernah Sekolah karena Keterbatasan Kondisi dan Ekonomi
  • Camat Siap Koordinasi dengan Dinas Pendidikan
  • Perjuangan Seorang Ibu Demi Bertahan Hidup
  • Pendidikan Jadi Harapan Baru Usai Bertahun-tahun Menanti

Hadirnya Wagub Jateng ini tentu membawa secercah harapan bagi Fitria (27), perempuan penyandang disabilitas mental dan fisik yang selama ini belum pernah mengenyam pendidikan formal mendapatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan pendidikan yang sudah lama diidamkannya.

Belum Pernah Sekolah karena Keterbatasan Kondisi dan Ekonomi

Di lokasi pengungsian yang menampung 449 warga terdampak banjir, perhatian Wagub tertuju pada Fitria. Dalam perbincangan dengan ibunya, Siti Qomariah (52), warga Kelurahan Bendan Kergon, terungkap bahwa Fitria belum pernah mengenyam bangku sekolah.

Keterbatasan kondisi fisik dan mental, ditambah dengan tekanan ekonomi keluarga, membuat pendidikan menjadi sesuatu yang sulit dijangkau.

Baca juga  Bunda PAUD Jateng Hadir di Pengungsian, Trauma Healing Jadi Perhatian Utama Anak Korban Banjir

Mendengar kisah tersebut, Gus Yasin langsung meminta ajudannya untuk mendata Fitria dan menyatakan komitmen membantu pendidikan anak tersebut.

“Harus dipastikan sekolahnya bagaimana,” ujar Gus Yasin di hadapan para pengungsi.

Ia juga secara khusus menitipkan Fitria kepada Camat Pekalongan Barat agar prosesnya dapat segera direalisasikan.

“Pak Camat, kulo nitip anak ini untuk bisa sekolah,” katanya.

Camat Siap Koordinasi dengan Dinas Pendidikan

Menindaklanjuti arahan Wakil Gubernur, Camat Pekalongan Barat M. Natsir menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal proses tersebut.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan sekolah yang paling sesuai dengan kondisi anak,” katanya.

Langkah ini diharapkan menjadi awal nyata bagi Fitria yang menyandang disabilitas untuk tetap mendapatkan hak pendidikan yang selama ini belum ia rasakan.

Perjuangan Seorang Ibu Demi Bertahan Hidup

Bagi Siti Qomariah, perhatian tersebut menjadi momen yang sangat mengharukan. Selama ini, ia harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga, berangkat sejak pagi buta dan baru kembali sore hari demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca juga  Tinjau Lokasi Banjir Pekalongan, Wagub Minta Prioritaskan Evakuasi Kelompok Rentan

Sementara itu, sang suami berada dalam kondisi sakit-sakitan, sehingga tidak mampu membantu mengantar atau mendampingi Fitria ke sekolah.

“Kalau saya tidak kerja, kami tidak makan. Saya juga tidak bisa mengantar, bapaknya sakit-sakitan,” katanya.

Pendidikan Jadi Harapan Baru Usai Bertahun-tahun Menanti

Siti mengaku bersyukur atas perhatian yang diterima keluarganya. Sebelumnya, Fitria telah menerima bantuan kursi roda dari Dinas Sosial. Namun, kesempatan untuk mengenyam pendidikan menjadi bantuan yang jauh lebih bermakna.

“Senang sekali dapat bantuan. Baru kali ini ada yang mau memberi beasiswa sekolah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Fitria menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kepedulian dan kehadiran negara dapat membuka jalan baru bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG:banjir pekalongandisabilitasPendidikan
Artikel Sebelumnya Infrastruktur menjadi fokus pembahasan FKD Infrastruktur Penopang Pendidikan dan Pariwisata Jadi Fokus RKPD Banjarnegara 2027
Artikel Selanjutnya Wagub evakuasi lansia korban banjir Langkah Cepat di Tengah Banjir Pekalongan, Wagub Evakuasi Lansia dari Posko
ISRA MIRAJ

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Wagub evakuasi lansia korban banjir
BeritaJateng

Langkah Cepat di Tengah Banjir Pekalongan, Wagub Evakuasi Lansia dari Posko

Oleh Nestya Zahra
Bunda PAUD saat melakukan trauma healing
BeritaJateng

Bunda PAUD Jateng Hadir di Pengungsian, Trauma Healing Jadi Perhatian Utama Anak Korban Banjir

Oleh Nestya Zahra
kerja senyap relawan penuhi logistik korban banjir
BeritaJateng

Kerja Senyap Relawan Pastikan Pengungsi Tak Kekurangan Makan

Oleh Syarif TM
cuaca ekstrem
JatengKebumen

Cuaca Ekstrem di Kebumen: Belasan Pohon Tumbang, Longsor, dan Angin Kencang

Oleh Djamal SG
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?