WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan, bahkan dia dia melihat dua lansia yang terlihat lemas, Wagub langsung melakukan evakuasi lansia tersebut dari pengungsian.
Evakuasi lansia ini dilakukan setelah Gus Yasin berkeliling posko dan menyapa para pengungsi. Saat itu, perhatiannya tertuju pada sejumlah lansia yang terlihat lemas, menandakan perlunya penanganan medis segera.
Saat ini, banjir yang melanda Pekalongan memang mulai surut. Namun, di Masjid Al Huda, Desa Karangjompo, yang menjadi tempat pengungsian masih dipenuhi kelelahan dan kecemasan. Ratusan warga masih bertahan di pengungsian, sebagian di antaranya adalah lansia dengan kondisi fisik yang semakin melemah.
Pada kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga meninjau posko. Tidak sekadar hadir, dia juga menyusuri satu per satu sudut posko, menyapa pengungsi, dan memperhatikan kondisi mereka secara langsung.
Dua Pengungsi Terlihat Lemas, Wagub Langsung Evakuasi Lansia
Perhatian Gus Yasin tertuju pada dua lansia yang tampak lemah dan kesulitan beraktivitas. Setelah berbincang singkat dan memastikan kondisinya, keputusan cepat pun diambil dengan mengevakuasi lansia tersebut.
“Tadi sudah langsung kami hubungi pihak rumah sakit. Insyaallah hari ini juga langsung dievakuasi,” ujar Gus Yasin.
Tanpa menunggu lama, petugas kesehatan diminta mengevakuasi keduanya ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis lebih intensif. Bagi para pengungsi lain, momen itu menjadi bukti bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
250 Warga Masih Bertahan, Wagub Datang Dua Kali
Di posko Masjid Al Huda, sekitar 250 warga masih bertahan meski air mulai surut. Untuk memastikan kondisi mereka benar-benar aman, Gus Yasin bahkan datang dua kali dalam sehari, siang dan sore hari.
Usal evakuasi lansia yang terlihat lemas di pengungian, wakil gubernur juga memastikan penambahan tenaga medis agar kondisi kesehatan pengungsi terus terpantau.
“Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan warga. Itu yang kami dahulukan,” katanya.
Rp182 Juta Disalurkan, Bantuan Harus Tepat Sasaran dan Tidak Boleh Menumpuk
Selain kesehatan, persoalan logistik menjadi perhatian serius. Gus Yasin meminta agar bantuan dari relawan dan masyarakat tidak menumpuk di satu titik.
“Saya harap penyaluran bantuan bisa dikoordinasikan dengan BPBD dan Dinas Sosial, supaya pembagiannya merata dan sesuai kebutuhan,” katanya.
Koordinasi yang baik diharapkan dapat memastikan seluruh pengungsi mendapat bantuan yang adil.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp182,2 juta, berupa logistik makanan dan nonmakanan, beras satu ton, serta obat-obatan.
Sementara itu, kondisi banjir mulai membaik. Menurut BPBD Kabupaten Pekalongan, penurunan intensitas hujan dan upaya pompanisasi membuat air berangsur surut. Sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, meski petugas tetap siaga.
Di Tengah Surutnya Air, Kewaspadaan Tetap Dijaga
Banjir yang dipicu luapan Sungai Bremi sempat merendam permukiman hingga 130 sentimeter, berdampak pada 14.210 jiwa di lima kecamatan. Meski situasi mulai terkendali, kewaspadaan tetap dijaga untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
Di tengah surutnya air, kisah evakuasi dua lansia di posko Masjid Al Huda menjadi pengingat bahwa di balik angka dan data, ada nyawa yang harus dijaga—dan keputusan cepat bisa menyelamatkan masa depan seseorang.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



