Pemerintah Kabupaten Cilacap mempercepat penanganan dampak longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Sebanyak 39 kepala keluarga (KK) yang terdampak dipastikan segera menempati Hunian Sementara (Huntara) Tahap II.
Percepatan ini dilakukan agar para korban yang sebelumnya tinggal di zona rawan bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan huntara berikut sarana pendukungnya rampung sebelum Lebaran.
Percepatan Pembangunan dan Fasilitas Dasar
Kepala BPBD Kabupaten Cilacap Taryo menjelaskan, sebelumnya 17 KK telah lebih dulu menempati Huntara Tahap I pada Januari lalu. Saat ini, pembangunan 39 unit Huntara Tahap II tengah dikebut untuk warga yang tinggal di zona merah dan harus direlokasi demi keselamatan.
Menurutnya, penyediaan hunian sementara menjadi bagian penting dalam masa tanggap darurat. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti jaringan air bersih, listrik, hingga pematangan lahan agar lokasi siap huni.
“Setelah pembangunan selesai, fasilitas pendukung harus segera disiapkan supaya warga bisa langsung menempati dengan nyaman,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Ruang Gadri, Rabu (25/2/2026).
Bupati Syamsul menekankan pentingnya ketepatan data penerima manfaat agar tidak terjadi kekeliruan dalam distribusi bantuan. Ia juga meminta penataan lokasi dilakukan secara matang agar lingkungan huntara tertata rapi dan aman bagi penghuni.
“Saya tekankan pentingnya ketepatan data penerima manfaat, penataan lokasi serta dukungan pelayanan dasar agar huntara bisa langsung dimanfaatkan secara optimal, semoga bisa selesai sebelum lebaran,” ungkapnya.
Dengan percepatan pembangunan Huntara Tahap II, Pemkab Cilacap berharap para korban longsor bisa segera mendapatkan hunian yang aman sekaligus meminimalkan risiko bencana susulan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!






