Warga Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di kolam ikan milik warga. Kondisi jasad yang sudah membusuk dan menimbulkan bau menyengat membuat warga sekitar panik.
Korban diketahui berinisial WAN (42), seorang buruh yang juga merupakan warga setempat. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 08.30 WIB di sebuah kolam yang berada di Dusun Purwasari.
Peristiwa ini bermula saat seorang warga yang biasa menjaga rumah kosong di sekitar lokasi hendak mematikan lampu di area tersebut. Namun, ia justru mencium aroma tidak sedap yang berasal dari arah kolam. Merasa curiga dengan bau menyengat tersebut, saksi kemudian berinisiatif mengecek sumbernya.
Saat mendekati kolam, saksi dibuat terkejut setelah melihat tubuh seorang pria mengapung di permukaan air dalam posisi telentang. Menyadari adanya kejadian tersebut, saksi segera memberitahukan warga sekitar dan melaporkannya kepada perangkat desa.
Informasi itu dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga lain. Aparat desa kemudian meneruskan laporan tersebut ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi Pastikan Korban Meninggal Akibat Tenggelam
Petugas gabungan dari kepolisian bersama tim medis Puskesmas Wanareja I langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berjalan lancar, dilanjutkan dengan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam. Selain itu, keterangan medis menyebutkan bahwa korban telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.
“Dari hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal karena tenggelam. Keterangan medis juga menyebutkan korban sudah meninggal lebih dari 48 jam,” ujar Galih.
Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini diperkuat dengan keterangan pihak keluarga yang menyebut korban kerap beraktivitas di sekitar lokasi kejadian, seperti mencari rumput maupun rebung.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Hal itu lantaran pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Polisi hanya melakukan pemeriksaan luar dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



