Investasi di Cilacap Tembus Rp2,22 Triliun, Ribuan Tenaga Kerja Terserap

Faiz Ardani
Potret akitvitas kompleks bundaran alun-alun Kabupaten Cilacap. (Faiz Ardani).

Realisasi investasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencatatkan kinerja menggembirakan sepanjang tahun 2025. Nilainya mencapai Rp2,22 triliun, menunjukkan tingginya kepercayaan investor di tengah tantangan ekonomi global.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Cilacap, Arida Puji Hastuti, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa iklim investasi di daerah tetap stabil dan kompetitif bagi para pelaku usaha.

Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kemudahan perizinan serta menjaga kepastian usaha bagi investor.

 

Didominasi Investor Domestik

Arida menjelaskan, dari total realisasi investasi sebesar Rp2,22 triliun, mayoritas berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Nilainya mencapai sekitar Rp2,12 triliun atau setara 95,34 persen dari total investasi.

Sementara itu, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp103,6 miliar atau sekitar 4,6 persen. “Dominasi PMDN menunjukkan bahwa kepercayaan investor dalam negeri terhadap potensi Cilacap masih sangat kuat,” ujarnya.

Baca juga  1 Tahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin: Diuji Bencana, Investasi Rp88,5 Triliun, Kemiskinan Turun

 

Sektor Transportasi dan Perdagangan Jadi Andalan

Jika dilihat dari sektor usaha, investasi di Cilacap paling banyak mengalir ke sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi. Sektor ini menyumbang sekitar 25 persen dari total investasi.

Selain itu, sektor perdagangan dan reparasi juga menjadi kontributor besar dengan porsi mencapai 21 persen. Pertumbuhan investasi turut ditopang oleh sektor konstruksi, industri kimia dan farmasi, serta berbagai sektor jasa lainnya.

“Tren ini menunjukkan bahwa geliat ekonomi di Cilacap cukup beragam dan tidak hanya bergantung pada satu sektor saja,” jelasnya.

 

Serap 5.478 Tenaga Kerja

Tak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi tersebut juga memberikan efek langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, investasi di Cilacap mampu membuka 5.478 lapangan pekerjaan baru.

Menurut Arida, hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraan melalui akses kerja yang lebih luas.

“Pertumbuhan investasi diharapkan sejalan dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Optimistis Tren Positif Berlanjut

Pemerintah Kabupaten Cilacap menilai capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Upaya penyederhanaan birokrasi serta peningkatan layanan perizinan dinilai turut mendorong masuknya investasi.

Baca juga  BREAKING NEWS: Tolak Kedatangan Massa LSM, Ribuan Warga Purwonegoro Banjarnegara Gelar Aksi Bela Investasi

Ke depan, pemerintah daerah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, seiring dengan pengembangan infrastruktur serta penguatan sektor-sektor penunjang investasi.

Dengan capaian tersebut, Cilacap diharapkan semakin mampu menarik minat investor sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!