Pantau Program Unggulan Presiden, KSP Minta Pemkab Cilacap Genjot Capaian Kesehatan

Earlena
Tim Kantor Staf Kepresidenan (KSP) melakukan verifikasi lapangan ke Kabupaten Cilacap. Kunjungan yang dipimpin oleh Tim Deputi III ini diterima langsung oleh Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, di Rumah Dinas Bupati Cilacap, Senin (22/6).(Foto: Diskominfo Cilacap)

Tim Kantor Staf Kepresidenan (KSP) melakukan verifikasi lapangan ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk memantau langsung implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bentukan Presiden Prabowo Subianto.

​Kunjungan yang dipimpin oleh Tim Deputi III Bidang Kesehatan serta Bidang Pengembangan dan Pembangunan Keluarga KSP ini diterima langsung oleh Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, di Rumah Dinas Bupati Cilacap, Senin (22/6).

​Pemantauan difokuskan pada tiga program prioritas nasional, yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG), Penuntasan Tuberkulosis (TBC), serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B).

​Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Cilacap melaporkan bahwa realisasi target berkala untuk dua program kesehatan utama masih belum mencapai angka maksimal.

​”Kondisi ini menunjukkan bahwa capaian kinerja program CKG maupun penuntasan TBC masih perlu terus ditingkatkan karena masih berada di bawah target yang ditetapkan,” ujar Ammy dalam sambutannya, Senin (22/6).

​Berdasarkan data per 10 Juni 2026, realisasi Cek Kesehatan Gratis di Cilacap baru menjangkau 525.000 orang atau sebesar 25,42 persen dari total sasaran 2.065.475 orang. Angka ini sedikit di bawah target berkala yang dipatok sebesar 26,5 persen.

Baca juga  BREAKING NEWS: Mesin Pengering Ompreng Meledak di Dapur SPPG Krajan Banyumas, Belasan Relawan Terluka

​Sementara itu, untuk penuntasan TBC, Cilacap mencatatkan penemuan kasus baru sebanyak 2.653 kasus atau 42,37 persen dari estimasi beban target terbaru sebesar 6.261 kasus. Dari total temuan tersebut, baru 2.481 kasus yang telah mendapatkan pengobatan medis.

​Untuk mengejar ketertinggalan target, Ammy menyatakan pihaknya tengah memperkuat sinergi lintas sektor. Langkah yang diambil meliputi optimalisasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC), Tim CKG Kabupaten, pembentukan Desa Siaga TBC, hingga kolaborasi pelacakan kasus bersama tracer Bhabinkamtibmas Polres dan kader PKK.

​Di sisi lain, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cilacap kini didukung oleh 219 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 196 unit di antaranya sudah aktif melayani sasaran kelompok 3B.

​Tenaga Ahli Utama Bidang Kesehatan Deputi III KSP, Zahera Mega Utama, menegaskan bahwa kesehatan dan kecukupan gizi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam program prioritas Presiden Prabowo. KSP bertugas memastikan kedua program ini berjalan selaras di lapangan, terutama dalam mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Baca juga  Pemadaman Listrik 2 Hari di Cilacap, Berikut Wilayah Terdampak

​”Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo adalah MBG dan kesehatan. Makan bergizi gratis tapi tidak sehat? Nonsense. Kenapa harus MBG? Karena kita akan menjadikan anak-anak kita sehat,” kata Zahera.

​Zahera juga menyoroti urgensi penuntasan TBC mengingat posisi Indonesia yang masih memprihatinkan di kancah global. “Indonesia ini peringkat kedua untuk penyakit TBC setelah India. Bagaimana cara kita menurunkan ini?” lanjutnya.

​Selain pemenuhan gizi dan TBC, KSP mengapresiasi kesiapan infrastruktur kesehatan di Cilacap. RSUD Cilacap dinilai siap bersaing setelah berhasil meraih klasifikasi Grade B (Madya).

​Pertemuan verifikasi lapangan ini juga menjadi ruang diskusi interaktif yang melibatkan seluruh Kepala Puskesmas dan staf bidang kesehatan di wilayah Kabupaten Cilacap bersama tim ahli dari KSP.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!