Tragis! Pelajar 13 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Irigasi Cipari Cilacap

Faiz Ardani
Petugas Satpol PP saat membantu evakuasi korban tenggelam di saluran irigasi Cilacap. (Satpol PP Cilacap).

Seorang pelajar perempuan berusia 13 tahun, Wahyuni Dian Ningsih, tewas setelah tenggelam di saluran irigasi Desa Cipari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (1/2/2026) pagi saat korban bermain bersama dua temannya di sekitar aliran irigasi yang cukup deras.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 10.15 WIB. Tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pencarian bersama unsur terkait dan warga setempat.

“Begitu laporan masuk, petugas Pos Damkar Sidareja langsung menuju lokasi. Respon time kurang lebih 15 menit. Kami berkoordinasi dengan Polsek, TNI, BPBD, pemerintah desa, serta dibantu warga,” ujarnya.

Kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Korban bersama dua saksi, yang juga masih berusia 13 tahun, awalnya berkumpul di rumah salah satu saksi. Sekitar 20 menit kemudian, mereka pergi bermain ke pinggir saluran irigasi yang berada di Dusun Karang Tengah, Desa Cipari.

“Salah satu saksi masuk ke irigasi untuk berenang. Korban dan satu saksi lain ikut masuk, padahal keduanya tidak bisa berenang. Situasi ini membuat korban kesulitan dan akhirnya tenggelam,” jelasnya.

Baca juga  Pesan Sabu Lewat Online, Pria Asal Tegalkamulyan Cilacap Diringkus Polisi

Saksi yang bisa berenang sempat berusaha menolong. Namun, hanya satu anak yang berhasil diselamatkan. Korban dilaporkan hilang dari permukaan air dan terseret arus. Warga yang saat itu sedang melaksanakan kerja bakti di sekitar lokasi langsung melakukan pencarian manual sambil menunggu tim penyelamat tiba.

“Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.11 WIB, atau kurang lebih dua jam setelah kejadian, dengan jarak sekitar 25 meter dari titik awal korban berenang,” ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Cipari untuk pemeriksaan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

Gatot menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan anak-anak, terutama di area berbahaya seperti saluran irigasi, sungai, maupun waduk. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan saluran irigasi sebagai tempat bermain atau berenang.

“Saluran irigasi terlihat tenang, tapi arusnya bisa sangat kuat dan berbahaya, apalagi bagi anak-anak. Kami mengimbau orang tua dan masyarakat agar lebih waspada dan melakukan pengawasan ketat,” tegas Gatot.

Baca juga  PSI Cilacap Bangkitkan Ekonomi, Bagikan 18 Gerobak Usaha Gratis

Dalam proses evakuasi, tim gabungan yang terlibat antara lain Polsek Cipari, Babinsa, Petugas Damkar Sidareja, UPT BPBD Sidareja, Satpol PP, pemerintah desa, serta warga setempat.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!