Penumpang KA dari Stasiun Cilacap Tembus 97 Ribu hingga Mei 2026, Tumbuh 15 Persen

Faiz Ardani
Sejumlah penumpang saat naik dan turun di Stasiun Cilacap. (Daop 5).

Minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api terus mengalami peningkatan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Cilacap mencapai 97.431 orang atau naik sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada Januari-Mei 2025 jumlah pelanggan yang berangkat dari Stasiun Cilacap tercatat sebanyak 84.618 orang. Sementara pada periode yang sama tahun ini, angka tersebut meningkat menjadi 97.431 pelanggan.

Peningkatan jumlah penumpang ini sejalan dengan kinerja positif PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto yang selama Januari hingga Mei 2026 telah melayani keberangkatan sebanyak 2.004.786 pelanggan ke berbagai tujuan di Pulau Jawa.

 

Ketepatan Waktu Jadi Daya Tarik Utama

Meningkatnya jumlah pengguna jasa kereta api menunjukkan bahwa moda transportasi berbasis rel masih menjadi pilihan utama masyarakat. Kereta api dinilai mampu menjawab kebutuhan perjalanan untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga wisata.

Baca juga  Hari Terakhir Diskon! Lebih dari 332 Ribu Penumpang Nikmati Promo 30% Tiket Kereta di Daop 5 Purwokerto

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan salah satu faktor yang mendorong tingginya kepercayaan masyarakat adalah konsistensi ketepatan waktu perjalanan kereta api.

Menurutnya, ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) menjadi indikator penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Selama periode Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 5 mencatat OTP keberangkatan kereta api penumpang mencapai 99,81 persen, sedangkan OTP kedatangan berada di angka 97,73 persen.

“Ketepatan waktu menjadi faktor utama yang membuat masyarakat semakin yakin menggunakan kereta api. KAI terus menjaga keandalan operasional agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar As’ad.

 

Perawatan Sarana hingga SDM Terus Diperkuat

Untuk mempertahankan capaian tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas layanan. Langkah yang dilakukan antara lain melalui perawatan sarana dan prasarana secara berkala, penguatan koordinasi operasional di lapangan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

As’ad menjelaskan, keandalan operasional menjadi kunci dalam menjaga kepuasan pelanggan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Karena itu, evaluasi dan perbaikan terus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas layanan semakin meningkat.

Baca juga  Perkuat Legalitas, Daop 5 Purwokerto Terima 58 Sertifikat Tanah dari BPN Cilacap dan Kebumen

 

Kereta Api Tetap Jadi Pilihan Masyarakat

Pertumbuhan jumlah penumpang dari Stasiun Cilacap juga menjadi indikator bahwa mobilitas masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah terus meningkat. Selain menawarkan kenyamanan, kereta api dinilai menjadi moda transportasi yang efisien karena mampu menghadirkan jadwal perjalanan yang pasti dan minim hambatan lalu lintas.

“Capaian ini menjadi dorongan bagi KAI Daop 5 Purwokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan keandalan operasional, sehingga kereta api tetap menjadi moda transportasi yang diandalkan masyarakat,” tutup As’ad.

Dengan tren pertumbuhan yang terus berlanjut, KAI optimistis jumlah pengguna jasa kereta api akan terus meningkat sepanjang tahun 2026, termasuk dari Stasiun Cilacap yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di wilayah selatan Jawa Tengah.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!