PSI Cilacap Kembangkan Ternak Bebek Peking di Bantarsari, Kader Didorong Mandiri Ekonomi

Faiz Ardani
Pemberdayaan ekonomi desa lewat budidaya ternak bebek peking bagi kader PSI di wilayah Bantarsari Cilacap. (Faiz Ardani).

DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Cilacap mulai menggenjot program pemberdayaan ekonomi bagi kadernya. Salah satu langkah konkret yang dijalankan yakni budidaya bebek peking di Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.

Program ini disiapkan sebagai percontohan penguatan ekonomi berbasis peternakan di tingkat desa. Selain memperkuat konsolidasi internal, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang usaha produktif bagi para kader.

Ketua DPD PSI Cilacap, Edy Santoso, menegaskan kader partai tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga perlu memiliki kemandirian ekonomi.

 

Ribuan Bibit Bebek Disiapkan

Sebagai tahap awal, DPD PSI Cilacap menyalurkan ribuan bibit bebek atau day old duck (DOD) lengkap dengan dukungan pakan. Skema ini dirancang tanpa membebani kader dengan modal awal, sehingga mereka bisa langsung fokus pada proses pemeliharaan.

Program tersebut diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi kader di wilayah Bantarsari. Dengan masa panen bebek peking yang relatif singkat, potensi perputaran modal dinilai cukup cepat dan menjanjikan.

Baca juga  Operasi Aman Candi 2025: Polresta Cilacap Bekuk 10 Tersangka, Bongkar Berbagai Kasus Kriminal

 

1.000 Ekor Dikelola, Panen 40 Hari

Saeful, DPRt PSI di Dusun Kebogoran RT 03 RW 09 Desa Kamulyan, menjadi salah satu penerima program tersebut. Saat ditemui Senin (2/3/2026), ia mengungkapkan kini tengah mengelola 1.000 ekor bebek peking berusia 10 hari yang terbagi dalam tiga kandang.

“Jumlah ada 1.000 ekor bebek berumur 10 hari, terbagi di 3 kandang dan untuk masa panennya sekitar 40 hari nanti,” ungkap Saeful.

Ia menjelaskan, perawatan di fase awal sangat menentukan. Kandang harus benar-benar steril dan hangat agar bebek tumbuh optimal.

“Begitu bebek datang, 20 hari pertama itu kandang harus tertutup rapat semua dan lampu-lampu terpasang untuk kehangatan,” jelasnya.

Soal pakan, seluruhnya difasilitasi DPD PSI. Saeful mengaku tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan tersebut.

“Kalau pakannya dari DPD PSI, kita sudah di stok dan bagus kualitasnya, kita mendapat 1,5 kwintal tiga karung, dan kita sedang menunggu pakan yang kedua hari ini untuk pembesaran,” ujarnya.

Ia juga merinci jenis pakan yang digunakan sesuai usia bebek. “Kalau kemarin pakannya yang CP511 untuk 1 sampai 10 hari namanya stater, dan nanti setelah usia 11 hari sampai panen pakai yang agak besar sedikit,” imbuhnya.

Baca juga  5 Pilihan Bus Terbaik dari Cilacap ke Jabodetabek: Harga Tiket & Jadwal Keberangkatan*

Saeful menyambut positif program tersebut. Ia menilai inisiatif ini sangat membantu, terutama bagi keluarga dan ibu rumah tangga di desa.

“Terima kasih Bro Bos Edy Santoso, mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat dan program ini nantinya dapat terus berkelanjutan,” katanya.

Ia bahkan mengaku sebelumnya telah mencoba beternak secara mandiri dalam skala kecil. “Sebelum ini saya juga sudah mencoba 50 ekor karena masih pemula, dan sekarang bebeknya sudah besar. Kemarin sempat ditawar Rp50 ribu per ekor, dan nunggu besok mau lebaran baru saya jual,” lanjut Saeful.

 

Target 30 Kandang, Siap Isi Ulang Usai Panen

Koordinator Bidang Umum dan Administrasi DPD PSI Cilacap, Hari Prasetyo, menegaskan program ini merupakan inisiasi langsung dari ketua DPD dan dirancang berkelanjutan.

“Ini program dari ketua kita Bro Edy Santoso budidaya bebek peking di Desa Kamulyan sebagai desa percontohan program PSI yang sudah berjalan, dan ini project nyata memberikan permodalan,” ungkap Hari.

Ia memastikan program tersebut bukan sekadar kegiatan jangka pendek. “Dan program ini bukan sesaat saja tapi berkelanjutan. Ini baru awal dan target untuk di wilayah Bantarsari sendiri, sudah siap sampai 30 kandang. Setelah panen, nanti kita isi lagi,” ujarnya.

Baca juga  Rotasi Besar! 10 Kapolsek Polresta Cilacap Dimutasi, Ini Daftarnya

Hari menambahkan, selain untuk kemandirian organisasi, program ini juga menyasar pengurangan pengangguran dan penguatan ekonomi warga.

“Dan untuk wilayah Bantarsari sendiri, kita sudah realisasi untuk enam kandang, ada sekitar 2.000 ekor bebek DOD dari DPD, kemudian ada pakan juga. Minggu depan realisasi 1.000 ekor lagi sampai nanti 30 kandang terpenuhi,” jelasnya.

Terkait hasil panen, pengelolaan akan tetap berada di bawah koordinasi DPD sehingga kader tidak terbebani risiko pemasaran.

“Untuk hasilnya pun nanti akan dikelola oleh DPD. Jadi kita tidak memberikan beban ke mereka, dan mereka hanya menyiapkan kandang serta bagaimana mereka gemati merawat bebek-bebek ini yang menjadi tanggung jawab mereka,” tandasnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!