Remaja 14 Tahun Terseret Arus Sungai Jetis Ditemukan Tak Bernyawa

Faiz Ardani
Tim SAR gabungan evakuasi korban tenggel di Sungai Jetis Cilacap-Kebumen. (Basarnas Cilacap).

Pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Jetis, wilayah Nusawungu, Cilacap, yang berbatasan dengan Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, akhirnya membuahkan hasil.

Tim dari Kantor SAR Cilacap bersama unsur SAR gabungan berhasil menemukan korban pada hari kedua operasi pencarian, Jumat (1/5/2026) siang.

Korban diketahui bernama Nasril (14), warga Sikudi RT 03 RW 03, Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 13.10 WIB. Proses penemuan berlangsung sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam, tepatnya ke arah hilir sungai.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Fajar Adi Nurgoho, menjelaskan bahwa korban ditemukan di koordinat 7°43’27.62″S dan 109°23’34.57″T. “Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak keluarga,” ujarnya.

 

Kronologi Kejadian, Korban Terseret Arus Saat Berenang

Peristiwa nahas ini bermula pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban tengah berenang di bawah Jembatan Sungai Jetis bersama sejumlah temannya. Namun, kondisi sungai yang tiba-tiba meluap membuat arus menjadi deras.

Baca juga  Menyantap Sate Martawi Wilis, Kuliner Cilacap dengan Resep Asli yang Terjaga Selama 4 Generasi

Korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus hingga akhirnya terseret dan tenggelam. Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Mendapat laporan, tim rescue dari USS Kebumen bersama Kantor SAR Cilacap langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian intensif.

 

Penyisiran Sungai hingga Muara Dilakukan Tim Gabungan

Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (LCR) di sepanjang aliran sungai. Sementara SRU kedua menyisir jalur darat dari lokasi kejadian hingga ke muara Sungai Jetis.

Upaya ini dilakukan secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai yang cukup deras serta medan yang cukup menantang.

“Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ujar Fajar.

Penemuan korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, termasuk relawan dan masyarakat setempat.

Baca juga  Bupati Cilacap ke Istri ASN: Suami Sibuk Demi Pelayanan, Kalian Harus Jadi 'Ibu' di Keluarga dan Kantor

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!