Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mematangkan persiapan menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang. Pemkab memilih fokus pada penguatan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan aspirasi kelompok buruh tersampaikan dengan aman dan kondusif.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyatakan bahwa pemerintah daerah memandang May Day sebagai momentum penting untuk menyerap aspirasi pekerja. Dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar Jumat (24/4/2026), Pemkab telah memetakan rencana aksi yang akan melibatkan elemen serikat pekerja serta organisasi purna pekerja migran.
”Kami memandang dinamika ini sebagai bagian dari demokrasi yang sehat. Pemerintah hadir untuk memastikan ruang penyampaian aspirasi tersebut berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga ketertiban umum,” ujar Ammy usai rapat koordinasi.
Berdasarkan hasil pemetaan, diperkirakan sekitar 700 peserta dari berbagai aliansi buruh akan turun ke jalan. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain tuntutan peningkatan kesejahteraan, penolakan sistem outsourcing, hingga akses kesehatan bagi purna pekerja migran.
Ammy menambahkan, stabilitas daerah menjadi prioritas utama, terlebih Cilacap memiliki sejumlah objek vital nasional. Namun, ia menekankan bahwa pendekatan yang diambil adalah deteksi dini dan komunikasi persuasif, bukan represif.
”Secara umum, hubungan industrial di Kabupaten Cilacap selama ini terjalin sangat harmonis. Hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja adalah aset daerah yang harus kita jaga bersama,” imbuhnya.
Melalui persiapan yang matang ini, Pemkab Cilacap optimis peringatan May Day 2026 akan berlangsung tertib. Pemerintah berharap aksi tersebut menjadi sarana komunikasi yang efektif antara kaum buruh dan pembuat kebijakan tanpa mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



