Siswa SMAN 2 Cilacap Sulap Brekecek Jadi Kuliner Kaleng, Raih Emas Internasional

Earlena
Tim SMAN 2 Cilacap menyabet Medali Emas dalam ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) ke-4 tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). (Dok SMAN 2 Cilacap)

Prestasi gemilang di kancah internasional kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia. Kali ini, tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) dari SMAN 2 Cilacap berhasil menyabet Medali Emas pada ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) ke-4 tahun 2026 yang berlangsung di Bogor.

​Inovasi yang diusung para siswa ini terbilang unik. Mereka berhasil mentransformasi kuliner tradisional khas Cilacap, Brekecek Pathak Jahan, menjadi produk pangan siap saji dalam kemasan kaleng yang tahan lama. Produk ini terbukti mampu bersaing dan mengungguli ratusan peserta dari berbagai negara.

​Modernisasi Kuliner Tradisional
​Penelitian yang digawangi oleh Zahrana Nur Azizah bersama lima rekannya—Sabrina Fitri Matalin, Arya Sentika Rudinsyah, Fiki Ardiansyah, Satyagraha Gathaya Markam, dan Shanta Aurelia Setyawan—bertajuk: “Innovation in Canning Brekecek Pathak Jahan as a Ready to Eat Traditional Food Product Based on Fish Waste.”

​Melalui sentuhan teknologi pangan sederhana namun tepat guna, bagian kepala ikan jahan yang selama ini sering dianggap limbah, diolah menjadi hidangan bergizi tinggi. Jika dalam kondisi biasa Brekecek hanya mampu bertahan selama 24 jam, melalui teknik pengalengan modern ini, produk tersebut memiliki masa kedaluwarsa hingga satu tahun tanpa mengurangi cita rasa autentiknya.

Baca juga  Bupati Syamsul Bantah Isu Cilacap Tak Dapat Manfaat dari Tol Pejagan–Cilacap

​”Inovasi ini fokus pada higienitas dan kepraktisan. Kami ingin kuliner khas daerah bisa dinikmati di mana saja tanpa khawatir rusak atau basi,” tulis tim dalam keterangan penelitiannya.

​Siswa SMAN 2 Cilacap Ungguli Sembilan Negara

Keberhasilan ini dicapai setelah melewati persaingan ketat melawan 364 tim dari 9 negara. Peserta tercatat berasal dari Malaysia, Filipina, Thailand, Bangladesh, Turki, Meksiko, hingga Hong Kong.

​Kompetisi yang digelar secara hybrid oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini memuncak pada babak final offline di Bogor, 15-18 Januari 2026.

​Kado Awal Tahun untuk Cilacap
​Kepala SMAN 2 Cilacap, Dra. Masripah, M.M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas prestasi anak didiknya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai motivasi besar bagi dunia pendidikan di Cilacap.

​”Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk tim KIR SMAN 2 Cilacap. Prestasi ini adalah lembaran awal kesuksesan untuk setahun ke depan,” ujar Masripah. Ia pun berharap inovasi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam mempromosikan potensi lokal ke tingkat dunia sehingga memiliki daya saing global.

Baca juga  Anggaran Dipangkas Rp393 M, Bupati Cilacap: RSUD Harus Mandiri dan Inovatif!

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.