Tol Pejagan-Cilacap Resmi Masuk Perencanaan Bappenas 2029: Solusi Macet dan Dongkrak Ekonomi Jateng Barat

Besari
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menunjukan rencana proyek pembangunan jalan tol Pejagal-Cilacap, sudah masuk di buku perencanaan Bapenas. (Foto: Besari)

Pembangunan jalan tol strategis yang menghubungkan Pejagan hingga Cilacap dipastikan akan segera terealisasi. Proyek ini telah resmi tercatat dalam buku perencanaan strategis Bappenas untuk target tahun 2029.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi kemacetan parah di jalur tengah Jawa Tengah sekaligus menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru.

 

Inisiatif Lokal dan Dukungan Investor

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengurai titik-titik kepadatan lalu lintas, khususnya di perlintasan sebidang Bumiayu. Terkait aspek pendanaan, Sadewo menyebut telah ada titik terang dari pihak luar.

“Kami sudah melakukan langkah proaktif, termasuk mencarikan investor dari Cina. Pihak investor menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan pembangunan fisik, sementara untuk urusan pembebasan lahan akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia,” kata Sadewo.

 

Analisis Ekonomi dan Manfaat Proyek

Proyek yang akan melintasi empat wilayah—Brebes, Tegal, Banyumas, dan Cilacap—ini diprediksi memiliki nilai investasi yang sangat menjanjikan. Berdasarkan studi kelayakan, indikator finansial proyek ini menunjukkan angka yang kuat:

  • Economic Net Present Value (ENPV): USD 1,09 miliar (setara Rp17 triliun lebih).
  • Financial Internal Rate of Return (FIRR): 13,60%.
  • Economic Internal Rate of Return (EIRR): 19,54%.
Baca juga  KAI Sulap Stasiun Maos Cilacap Jadi Lebih Kekinian, Penumpang Makin Dimanjakan

 

Efisiensi Logistik dan Pariwisata

Jalan tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh distribusi barang dari Pelabuhan Cilacap di selatan menuju jalur ekspor di utara. Selain menekan biaya logistik, sektor pariwisata di kawasan Banyumas Raya hingga pesisir selatan juga diperkirakan akan berkembang pesat seiring kemudahan akses dari Jakarta maupun Semarang.

“Selama ini faktor geografis menjadi tantangan utama distribusi komoditas. Dengan tol ini, alur barang dan jasa akan jauh lebih efisien dan murah,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, di bawah kepemimpinan Sadewo Tri Lastiono, Kabupaten Banyumas tercatat berhasil mengumpulkan pendanaan non-APBD mencapai Rp294 miliar sepanjang tahun 2025, memperkuat posisi tawar daerah dalam mengeksekusi proyek-proyek besar.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!