Salah satu proyek strategis nasional yang banyak diperbincangkan adalah rencana adanya tol Pejagan-Cilacap. Tol ini rencananya akan mulai dibangun pada 2029.
Dikutip dari simpulkpbu.pu.go.id, jalan Tol Pejagan-Cilacap akan menghubungkan wilayah sisi barat Jawa Tengah dari utara ke selatan. Tol ini untuk meningkatkan konektivitas pada jaringan utara-selatan jalan tol Pulau Jawa.
Ruas jalan tol ini terletak di Provinsi Jawa Tengah dan melewati empat kabupaten yaitu Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap. Tol sepanjang 95,3 Km ini, sepanjang kisaran 40-an Km atau hampir 50 persen melintasi jalan di Kabupaten Banyumas.
Jalan Tol Pejagan-Cilacap merupakan pengembangan jaringan transportasi jalan di Kawasan Bregas (Brebes, Tegal dan Slawi) dan Kawasan Barlingmascakep (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Jalan tol ini akan menjadi aternatif jaringan utara-selatan di sisi barat Jawa Tengah yang menghubungkan Tegal-Slawi-Prupuk-Bumi Ayu-Ajibarang-Wangon-Jeruklegi-Cilacap.
Progres Tol Pejagan-Cilacap Terus Bergulir
Pada Oktober 2025 lalu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan rencana Pembangunan Tol Pejagan-Cilacap terus bergulir di pemerintah pusat. Rencana pembangunan tol tersebut sudah masuk tahap studi kelayakan (feasibility study).
“Anggaran untuk pembebasan lahan itu diambilkan dari APBN. Saya enggak mengerti, mau tahun berapa, tapi studinya sudah ada di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),” katanya.
Ia mengatakan kepastian anggaran pembebasan lahan bakal lokasi jalan tol tersebut akan diambilkan dari APBN diketahui setelah menghadiri pertemuan dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta DPD RI beberapa waktu lalu.
Sadewo menyebut pertemuan itu sebagai langkah final dari serangkaian pendekatan yang dia lakukan kepada pemerintah pusat. Oleh karena itu, rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap diharapkan dapat segera terealisasi.
Estimasi Proyek
Estimasi proyek ini sendiri adalah pada akhir 2025 ini studi kelayakan rampung. Kemudian pada 2026 akan ada lelang proyek. Pada 2027 ada penandatanganan kontrak. Proses konstruksi fisik akan mulai pada 2029.
Pembangunan nantinya akan dibagi dalam lima sesi. Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini adalah Rp27,23 triliun dan masa konsesi 50 tahun. Masa konsesi 50 tahun artinya adalah jangka waktu yang diberikan pemerintah kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk membangun, mengoperasikan, dan memelihara jalan tol. Setelah masa konsesi berakhir, kepemilikan dan pengelolaan jalan tol kembali sepenuhnya ke pemerintah.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







