Warung Nini Lereng, Kuliner Legend Cilacap yang Masih Pertahankan Kecap Buatan Sendiri

Kurnia
Nampak depan Warung Nini Lereng di Welahan Kulon, Adipala, Cilacap. (Foto: Tangkapan layar Google Maps)

Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tersimpan sebuah warung makan sederhana yang menyimpan cerita panjang lintas generasi. Warung Nini Lereng, kuliner legend Cilacap menjadi salah satu bukti bahwa usaha kuliner tradisional mampu bertahan di tengah gempuran restoran modern dan tren makanan kekinian.

Nama warung ini mungkin belum sepopuler destinasi kuliner lain di Cilacap. Namun bagi warga sekitar, Warung Nini Lereng sudah lama dikenal sebagai tempat makan lawas yang eksis sejak masa penjajahan Belanda dan kini telah dikelola generasi ketiga keluarga penerusnya.

Bukan sekadar menjual makanan rumahan, warung ini menghadirkan pengalaman bersantap bernuansa tempo dulu. Resep yang digunakan tetap mengacu pada racikan lama, termasuk kecap yang diproduksi sendiri secara manual dan menjadi identitas rasa hingga sekarang.

Warung Nini Lereng, Berdiri Sejak Zaman Kolonial, Kini Dikelola Generasi Ketiga

Warung Nini Lereng beralamat di Jalan Bolot Nomor 12, Welahan Kulon, Kecamatan Glempangpasir, Kabupaten Cilacap. Usaha kuliner ini disebut sudah ada sejak era kolonial dan terus beroperasi tanpa terputus hingga saat ini.

Baca juga  2.000 Pelari Semarakkan Pertamina Energizing Run 2025 di Kilang Cilacap

Pengelolaan warung kini berada di tangan generasi ketiga, yang tetap mempertahankan konsep awal tanpa banyak perubahan. Bangunan warung masih tampil sederhana dengan nuansa tradisional. Tidak ada sentuhan desain modern yang mencolok, sehingga atmosfer klasik tetap terasa kuat saat pengunjung datang.

Suasana yang hangat dan bersahaja menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung seolah diajak kembali ke masa lalu, menikmati sajian rumahan di tempat yang apa adanya namun penuh cerita.

Warung ini melayani pembeli setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Meski demikian, operasional bisa berakhir lebih cepat apabila seluruh menu sudah habis terjual.

Konsep Prasmanan dengan Sajian Andalan Ayam Kecap

Berbeda dari rumah makan pada umumnya, Warung Nini Lereng menerapkan sistem prasmanan. Pelanggan bebas mengambil nasi dan memilih lauk secara langsung sesuai selera.

Pilihan menunya tidak beragam, namun justru menjadi ciri khas. Sajian utama terdiri dari nasi putih, ayam bumbu kecap, dan sayur tempe sederhana. Kombinasi ini menjadi menu favorit yang paling sering dipilih pembeli.

Baca juga  Keren! Cilacap Sabet Juara 2 Bangkom Jawa Tengah

Ayam kecap di warung ini memiliki rasa manis gurih yang seimbang. Bumbunya meresap hingga ke dalam daging, menghadirkan sensasi makan yang khas dan berbeda dari olahan ayam kecap pada umumnya.

Sementara itu, sayur tempe yang dimasak sederhana menjadi pelengkap yang membuat hidangan terasa semakin lengkap.

Harga yang ditawarkan juga tergolong bersahabat. Satu paket lengkap nasi, ayam kecap, dan sayur tempe dipatok Rp12.000 per porsi. Selain itu, tersedia aneka gorengan dengan harga mulai Rp1.500 per buah yang bisa dinikmati sebagai tambahan lauk maupun camilan.

Kecap Racikan Manual Jadi Identitas Rasa

Salah satu faktor yang membuat Warung Nini Lereng tetap bertahan adalah penggunaan kecap hasil produksi sendiri. Tidak banyak warung makan yang masih mempertahankan proses ini.

Kecap tersebut dibuat secara manual menggunakan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun. Proses tradisional ini menghasilkan kecap dengan warna pekat alami serta rasa manis yang khas.

Racikan inilah yang menjadi kunci kelezatan ayam bumbu kecap di warung tersebut. Di tengah maraknya produk kecap pabrikan, langkah mempertahankan produksi mandiri menjadi pembeda sekaligus nilai historis yang memperkuat citra Warung Nini Lereng sebagai kuliner legendaris.

Baca juga  Bank Jateng Salurkan CSR Rp 402 Juta, Bupati Cilacap: Bantuan Ini Sangat Vital

Tetap Ramai di Tengah Persaingan Kuliner Modern

Meski tampil sederhana, Warung Nini Lereng tidak pernah sepi pembeli, terutama saat jam makan siang. Banyak pelanggan memilih datang lebih awal untuk memastikan tidak kehabisan menu.

Konsistensi rasa, harga terjangkau, serta nilai sejarah yang melekat membuat warung ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Bagi sebagian pelanggan, makan di sini bukan sekadar mengisi perut, melainkan juga merasakan nostalgia cita rasa lama yang sulit ditemukan di tempat lain.

Warisan Kuliner yang Perlu Dijaga

Keberadaan Warung Nini Lereng, kuliner legend Cilacap menjadi gambaran bahwa usaha kecil berbasis tradisi masih mampu bertahan di tengah perubahan zaman.

Dengan sejarah panjang sejak era penjajahan, konsep prasmanan sederhana, paket hemat Rp 12.000, gorengan mulai Rp1.500, serta kecap buatan sendiri yang diproses manual, warung ini lebih dari sekadar tempat makan.

Bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin merasakan kuliner autentik Cilacap, Warung Nini Lereng layak menjadi salah satu tujuan utama.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.