Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, memicu bencana tanah longsor di Dusun Banjareja, Desa Cisuru. Tiga ruangan di SMA Islam Darul Ulum terdampak, sementara saluran irigasi desa sepanjang 50 meter dilaporkan jebol.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, setelah hujan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu sore hingga dini hari.
Hujan Deras Sejak Sore Picu Longsor Dini Hari
Menurut Taryo, hujan mulai turun pada Minggu (22/2) sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga Senin sekitar pukul 03.00 WIB. Debit air yang tinggi diduga melemahkan struktur tanah dan bangunan penahan di sekitar lokasi.
“Curah hujan cukup deras dan berlangsung lama. Struktur turap yang sudah tua ikut memperparah kondisi hingga akhirnya longsor terjadi,” ujarnya.
Longsor pertama terjadi di area SMA Islam Darul Ulum Cipari. Turap sepanjang kurang lebih 16 meter dengan tinggi sekitar 4,5 meter ambrol dan menyeret tiga ruangan sekolah, yakni ruang guru, laboratorium, dan ruang kepala sekolah.
Irigasi Desa Jebol Sepanjang 50 Meter
Tak hanya sekolah, dampak hujan deras juga merusak irigasi tersier di RT 2 RW 1 Dusun Banjareja, Desa Cisuru. Bangunan saluran air sepanjang 50 meter dilaporkan jebol akibat tergerus aliran air.
BPBD mencatat kerusakan di SMA Darul Ulum tergolong berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp 100 juta. Sementara kerusakan irigasi desa ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp 20 juta. Meski kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas Tutup Akses Ruang Rusak dan Lakukan Asesmen
Pasca kejadian, BPBD Cilacap langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cisuru serta Forkopimcam Cipari untuk melakukan pengecekan dan asesmen di lokasi.
Petugas juga menutup akses ke ruangan yang terdampak agar tidak digunakan demi keselamatan. Guru dan siswa diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.
Saat ini, pihak sekolah bersama para guru dan siswa melakukan kerja bakti mengosongkan ruangan serta mengamankan peralatan sekolah yang masih bisa diselamatkan.
Taryo menambahkan, kebutuhan mendesak di lokasi berupa pemasangan bronjong kawat untuk penanganan sementara. Di sisi lain, pihak sekolah tengah mengusulkan rehabilitasi bangunan yang terdampak.
“Mengimbau kepada guru dan siswa siwi supaya waspada dan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana apabila terjadi longsor susulan,” pungkasnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




