GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta perbaikan jalan berlubang di seluruh ruas jalan provinsi harus selesai diperbaiki menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini menjadi prioritas untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang dan jasa.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai meresmikan hasil preservasi Jalan Randudongkal–Moga dan Jalan Pemalang–Bantarbolang. Mendasar pada data yang ada, total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer. Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 4.870 titikjalan berlubang yang saat ini menjadi fokus penanganan.
“Target kami menjelang arus mudik dan balik Lebaran, seluruh jalan berlubang sudah tertutup dan jalan dalam kondisi mantap. Ini komitmen kami demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Infrastruktur Jalan Jadi Kunci Keselamatan dan Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur menegaskan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan setidaknya ada tiga aspek utama yang menjadi perhatian pemerintah provinsi:
- Keselamatan berlalu lintas, terutama saat lonjakan kendaraan mudik Lebaran.
- Kelancaran distribusi barang dan jasa, yang berdampak pada stabilitas harga dan aktivitas ekonomi.
- Tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalur strategis.
“Konektivitas jalan yang baik akan memperlancar pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.
Pemprov Jateng juga membuka ruang masukan dari berbagai pihak, mulai dari bupati, wali kota, insan pers hingga masyarakat luas.
“Kami terbuka terhadap semua masukan. Apa pun yang kami lakukan ini untuk masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Dua Ruas Strategis di Pemalang Resmi Digunakan
Dua ruas jalan yang diresmikan berada di Kabupaten Pemalang dan menjadi jalur vital mobilitas warga serta distribusi barang.
- Jalan Randudongkal–Moga sepanjang 4,180 kilometer dengan nilai kontrak Rp26,32 miliar.
- Jalan Pemalang–Bantarbolang sepanjang 5,731 kilometer dengan nilai kontrak Rp24,5 miliar.
Peresmian ditandai dengan ucapan syukur dan harapan agar infrastruktur tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya resmikan penggunaan hasil preservasi dua ruas jalan ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Ahmad Luthfi.
Warga Rasakan Dampak Nyata Perbaikan Jalan
Sejumlah warga mengaku merasakan langsung manfaat dari perbaikan jalan tersebut.
Asa, warga Desa Kecepit, menyebut kondisi jalan sebelumnya sempit dan kerap memicu kemacetan, terutama saat musim Lebaran. Kini akses menjadi lebih lebar dan nyaman dilalui.
Suripto, pemilik usaha kelontong di Randudongkal, mengatakan jalan yang dulu berlubang dan membahayakan kini telah dicor dan mulus.
“Kalau hujan dulu kondisinya payah. Sekarang alhamdulillah sudah lebar dan halus,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Panji Prayoga, warga Desa Sima, Kecamatan Moga, yang kini menikmati perjalanan kerja yang lebih lancar.
Sementara itu, Fatimah Azahra, pekerja di salah satu tempat makan di sepanjang Jalan Randudongkal, mengaku arus lalu lintas yang semakin lancar berdampak pada peningkatan jumlah pelanggan.
“Sekarang banyak yang mampir makan. Lebaran nanti pasti lalu lintasnya lebih lancar,” katanya.
Dengan percepatan penanganan ribuan titik jalan berlubang ini, Pemprov Jawa Tengah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Terus Bereskan Jalan Berlubang di Jawa Tengah Jelang Arus Mudik
Perbaikan jalan tentu saja menjadi fokus pemerintah provinis, apalagi Gubernur Jawa Tengah telah menegaskan bahwa pada arus mudik mendatang, seluruh jalan berlubang di Jawa Tengah harsu sudah selesai diperbaiki.
Saat ini, penanganan jalan berlubang masih terus dilakukan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan, khususnya pada saat arus mudik dan arus balik lebaran 2026.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




