Lindungi Driver Ojol Perempuan dari Kekerasan, Gus Wagub Siapkan Aplikasi Darurat

Syarif TM
Pemerintah provinsi menyiapkan aplikasi khusus untuk memberikan perlindungan bagi driver ojol perempuan. (dok. Pemprov Jateng)

UPAYA untuk meningkatkan keamanan terus dilakukan oleh pemerintah Provinsi, termasuk memberikan perlindungan bagi driver ojol perempuan. Sebab kekerasan terhadap driver ojek online (ojol) perempuan masih terjadi dan menjadi perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, sehingga tercetuslah terobosan baru untuk meningkatkan keamanan bagi driver ojol perempuan.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan meluncurkan aplikasi khusus yang dapat membantu driver ojol perempuan saat menghadapi ancaman pelecehan maupun kekerasan di jalan.

Rencana tersebut disampaikan Gus Yasin saat mengikuti kegiatan “NgabubuRide Berenergi” di kawasan Semarang bersama komunitas vespa, ojol, dan komunitas lainnya. Termasuk driver ojol perempuan, dan mahasiswa asal Aceh yang terdampak bencana.

Selain sebagai ajang bersilaturahmi, Touring Vespa daalm NgabubuRide ini juga sekaligus dimanfaatkan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin untuk memantau ketersediaan BBM di sejumlah SPBU menjelang Ramadan dan Lebaran.

Baca juga  Investasi Jateng 2025, Industri Padat Modal Mulai Menyalip Alas Kaki

Aplikasi Darurat Terhubung dengan RT Sekitar

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengaku sering menggunakan jasa ojek online dan memahami peran penting para driver dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia pun menyoroti keberadaan driver ojol perempuan atau yang sering disebut “Srikandi Ojol” yang kerap menghadapi risiko keamanan saat bekerja.

Menurutnya, ide pembuatan aplikasi tersebut muncul setelah berdialog langsung dengan komunitas driver ojol perempuan, termasuk Komunitas Kebaya dari Purwokerto.

“Ada masukan dari teman-teman Srikandi Ojol. Jawa Tengah relatif aman, tapi kita tetap perlu sistem perlindungan,” ujar Gus Yasin.

Melalui aplikasi yang sedang disiapkan itu, driver perempuan nantinya dapat menekan tombol darurat apabila menghadapi situasi berbahaya. Sinyal dari aplikasi tersebut akan terhubung dengan lingkungan sekitar, termasuk RT setempat, sehingga bantuan dapat segera datang.

“Harapannya, ketika ada kejadian tidak menyenangkan di jalan, para driver perempuan bisa segera mendapatkan perlindungan,” katanya.

Program ini direncanakan tidak hanya diterapkan di Kota Semarang, tetapi juga diperluas ke berbagai kota di Jawa Tengah.

Baca juga  Wijayakusuma FC Perlu Waspadai Bola Mati Pemain Persibat Ini

Apresiasi untuk Driver Ojol

Pada kesempatan tersebut, Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada para pengemudi ojek online yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, menjelang Lebaran, potensi permintaan layanan transportasi online diperkirakan meningkat seiring banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah.

“Saya senang menggunakan ojol. Sudah lama tidak bertemu teman-teman driver yang biasanya mangkal di berbagai tempat,” ujarnya.

Ia berharap para driver ojol dapat merasakan peningkatan order selama musim libur Lebaran nanti.

Driver Ojol Perempuan Sambut Baik Program

Salah satu perwakilan komunitas driver ojol Perempuan Dewi, mengaku sangat mengapresiasi rencana peluncuran aplikasi perlindungan tersebut. Profesi sebagai driver ojol perempuan, dia sering kali dipandang sebelah mata, padahal memiliki risiko yang tidak kecil, terutama bagi perempuan.

Selama tujuh tahun bekerja sebagai pengemudi ojol, Dewi mengaku belum pernah mengalami kekerasan fisik. Namun, ia pernah menghadapi kekerasan verbal dari pelanggan saat mengantar perjalanan dari Semarang menuju Salatiga.

Meski begitu, ia selalu berusaha menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih serius.

Baca juga  Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan Jateng Digelar Akhir Pekan Ini

“Menurut saya program ini bagus sekali. Terima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah yang memberikan perhatian terhadap keamanan perempuan,” ujarnya.

Mahasiswa Aceh Apresiasi Perhatian Pemprov Jateng

Selain komunitas ojol, kegiatan tersebut juga dihadiri mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Semarang dan terdampak bencana di daerah asalnya.

Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Semarang, M Haikal Zalfah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga terus dipantau keberlanjutannya.

“Pemprov Jateng tidak hanya membantu di awal saja, tetapi sampai sekarang masih memperhatikan kebutuhan kami sebagai mahasiswa Aceh di Semarang,” katanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.